Wednesday, 12 August 2020

Yusuf Lubis : Internalisasi Pendidikan Karakter Untuk Membentuk Jiwa Kepemimpinan Abad 21

post-top-smn

Bupati Pasaman H. Yusuf Lubis, memberikan kuliah umum perdana dalam rangka Orasi Ilmiah Masa Ta’ruf mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Pasaman, suaramedianasional.co.id – Bupati Pasaman H. Yusuf Lubis, memberikan kuliah umum perdana dalam rangka Orasi Ilmiah Masa Ta’ruf mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat tahun Akademik 2019/2020 di Padang pada, Rabu (4/9/2019) kemarin.
Kedatangan orang nomor satu di Pasaman itu disambut dengan tari pasambahan dan penyuguhan sekapur sirih oleh para mahasiswi di Kampus tersebut.
Adapun materi kuliah umum yang dia sampaikan tentang “Internalisasi Pendidikan Karakter Untuk Membentuk Jiwa Kepemimpinan Abad 21”.
“Satu hal yang saya yakini dari kecil yaitu tugas seorang pemimpin adalah menciptakan pemimpin yabg baru. Oleh karena itu, pada kesempatan ini, saya mau berbagi kepada mahasiswa-mahasiswa baru mengenai tiga hal. Yang pertama, tentang dunia yang kita hadapi saat ini. Kedua, tentabg Indonesia dan situasinya di dunia yang semakin bergejolak, dan yang Ketiga adalah tentang kita, apa yang harus kita lakukan, sebagai pemimpin di daerah kita dan sebagai pemimpin diri kita sendiri,” ujar Bupati Yusuf Lubis.
Kata Yusuf Lubis, mahasiswa baru, anda adalah pemimpin negeri ini di masa depan. Ditangan anda terletak bagaimana posisi Indonesia yang dipertaruhkan di dunia yang tidak henti menglobal.
“Untuk menghadapi kondisi tersebut, mengawali Abad 21 mahasiswa harus siap. Tidak ada pilihan lain. Karakter harus kita perkuat. Kita lebih memilih menjadi orang yang beradab dan berkarakter mulia dibanding orang yang berilmu. Sebab di atas orang yang berilmu masih ada yang lebih berilmu,” terangnya.
Yusuf Lubis menegaskan, sebagai mahasiswa baru perlu adanya penekanan dalam orientasi studi dan pengenalan kampus (Ospek). “Ospek bukanlah ajang mahasiswa untuk menunjukkan kesombongan sebagai senior. Senior justru harus menunjukkan keteladanan kepada junior. Tapi junior harus hormat kepada senior. Beginilah Ospek. Keteladanan harus ditunjukkan karena itu menjadi bagian dari karakter kepemimpinan. Kampus harus menjadi teladan, sosen dan pendisik lainnya yang memberikan proses pembelajaran di kampus harus menjadi teladan,” ucap Bupati.
Lebih jauh disampaikannya, sebagai seorang mahasiswa mesti memiliki semangat dan mempunyai memotivasi yang tinggi. Jangan takut oleh persoalan-persoalan dan jangan pula cemas oleh masalah. Berpikirlan tidak untuk dirimu sendiri, beranjaklah pada potensi dan kesempatan yang kini ada.
“Kuliah hanya pengantar untuk membawa kamu berpetualang  kemana mana. Kuliah hanya awal, untuk menguji keberanian dan keyakinan, maka ingatkan dirimu, yakinkan bahwa dirimu tinggal, disini untuk sementara maka buatlah perubahan sebisanya, perubahan yang membuat kampus tidak lagi tempat wisata dan belajar semata. Ingatlah, banyak orang hebat  lahir di kampus. Tidak dengan modal kepatuhan tapi keberanian untuk melawan keadaan. Selamat datang mahasiswa baru. Hari ini kamulah yang memutuskan  akan menjadi apa dirimu di masa depan,” tuturnya.
Untuk itu, kepada mahasiswa baru kami menyarankan, jadilah Ospek sebagai ajang untuk menunjukkan keteladanan baik bagi mahasiswa dan dosen serta sivitas Akademi, tetapi bukan sebagai ajang kesombongan.
“Kuasai teknologi dan bahasa asing dengan tetap menjunjung tinggi budaya dan kearifan lokal. Miliki motivasi dan semangat yang tinggi. Serta perkuat keimanan dan ketaqwaan untuk meningkatkan kecerdasan spiritual,” tukas Yusuf Lubis mengakhiri.
Turut hadir dalam kegiatan itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat DR. Riki Saputra,  pimpinan wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat, para dekan, Wakil Dekan, Direktur dan Kepala program studi di lingkungan Universitas Muhammadiyah Sumbar, para Alumni, perwakilan lembaga mahasiswa di lingkungan Universitas Muhammadiyah,  mahasiswa baru, serta seluruh sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Sumbar. (Mad)
post-top-smn

Baca berita terkait