Sunday, 25 October 2020

Wujudkan Museum Pelestarian Penyu Pertama di Indonesia

post-top-smn
Keterangan Foto : Tempat Penetasan Penyu yang ada di lokasi Pantai Boom.

Tempat Penetasan Penyu yang ada di lokasi Pantai Boom.

Banyuwangi, SMNPelabuhan pantai Boom yang terletak di wilayah Kelurahan Mandar rencananya pada pertengahan tahun 2017 mendatang akan mulai beroperasi untuk dikembangkan menjadi Boom Marina Banyuwangi. Melalui Yayasan Penyu Banyuwangi (Banyuwangi Sea Turtle Foundation) yang merupakan lembaga nirlaba akan terus berkomitmen untuk menyelamatkan seluruh ekosistem penyu hingga telur penyu yang ada di sejumlah titik lokasi Pantai Boom.

Disampaikan Ketua Banyuwangi Sea Turtle Fundation (BSTF), wiwit menyampaikan keberadaan telur penyu setelah dilakukan penelitian diketahui sangat rentan mendapat gangguan. Sehingga, secara bertahap perlu adanya upaya pemindahan ketempat yang lebih aman untuk ditetaskan. Setelah telur tersebut menetas menjadi tukik akan dilakukan pelepasliaran ke laut sesuai dengan habitatnya. Akan tetapi, sebagian tukik dilakukan pembesaran agar memperoleh peluang hidup yang lebih besar. Selain itu, dalam proses pembesaran tukik dijadikan sebagai alat peraga yang berorientasi pada pendidikan “Education” bagi masyarakat, pelajar dan mahasiswa yang nantinya ingin mengetahui tentang ekosistem penyu dan perilakunya.

Berbagai program rangkaian kegiatan penyelamatan yang dilakukan BSTF mempunyai misi visi untuk konservasi. Nantinya,  dalam melakukan pelestarian tukik dapat dimanfaatkan untuk sektor pariwisata, rekreasi, pendidikan, pengamatan dan sejumlah kegiatan penelitian. Tak hanya itu, pelestarian tukik yang dirintis BSTF bisa menunjang budaya dan ilmu pengetahuan dengan menyaksikan ekosistem penyu bertelur langsung dari habitatnya. Berjalannya serangkaian kegiatan pelestarian tukik yang dilakukan BSTF dapat dilaksanakan dan diprogram dengan baik melalui pembangunan Museum Penyu. Bila hal ini terwujud  nantinya bisa menjadi museum yang pertama ada di Indonesia.

Beberapa waktu lalu, Direktur Pelindo secara resmi mencanangkan pengembangan Kawasan Marina Boom Banyuwangi. Yang mana dalam pengelolaannya, kawasan seluas 44,2 Ha itu akan dibagi menjadi beberapa zona yang padat dengan kegiatan manusia dan zona yang lebih dikenal dengan sebutan ramah lingkungan. Diantara dari serangkaian kegiatan manusia dengan pelestarian lingkungan (penyu) sangatlah penting untuk dilakukan agar kegiatan manusia disaat berada di Pantai Boom nantinya tidak terlalu mengganggu aktivitas dan perkembangbiakan penyu yang mendarat dan bertelur disana. Menteri Pariwisata yang saat itu diwakilli Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Wisata alam berharap agar Pelindo tetap mengutamakan kelestarian lingkungan yang masuk di wilayahnya.(Edhi)

post-top-smn

Baca berita terkait