Saturday, 26 September 2020

Wayangan di Telaga Buret Meriah

post-top-smn
Bupati Tulungagung Syahri Mulyo, SE. M.Si menyerahkan tokoh wayang kulit Werkudoro kepada Dalang Muhammad Ferdan Tauladan sebagai tanda dimulainya pagelaran wayang kulit

Bupati Tulungagung Syahri Mulyo, SE. M.Si menyerahkan tokoh wayang kulit Werkudoro kepada Dalang
Muhammad Ferdan Tauladan sebagai tanda dimulainya pagelaran wayang kulit

 

Tulungagung, SMN – Warga Kecamatan Campurdarat dan sekitarnya, Minggu, 19 September 2016 berbondong – bondong menyaksikan pagelaran kesenian Wayang Kulit yang digelar dalam rangka penutupan Upacara adat ulur-ulur di plataran telaga Buret Dusun Buret Desa Sawo Kecamatan Campur Darat. Dalam acara pagelaran wayang kulit yang menampilkan dalang cilik pemenang lomba dalang tingkat nasional th 2016 di Jogjakarta dari siswa SMPN 2 Tulungagung Muhammad Ferdan Tauladan ini dihadiri Bupati Tulungagung Syahri Mulyo, SE, MSi, Ketua DPRD Tulungagung Supriyono, SE, M.Si. serta SKPD terkait Lingkup Pemkab Tulungagung.

Dalam pagelaran wayang kulit yang didukung oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tulungagung dan Dinas Pariwisata kabupaten Tulungagung ini menghadirkan bintang tamu Precil Cs dari Kabupaten Banyuwangi serta Rahma Adika SSn dari Surakarta. Ketua Panitia Kegiatan yang juga Sesepuh Paguyuban Sendang Tirto Mulyo Triman dalam laporanya diantaranya mengatakan bahwa maksud dan tujuan digelarnya cara ini adalah dalam rangka melestarikan budaya jawa berupa Kesenian Wayang Kulit dan sekaligus sebagai acara penutup upacara adat Ulur-ulur yang telah digelar oleh warga empat Desa di wilayah Kecamatan Campurdarat yang digelar pada jum’at 19 Agustus 2016 beberapa waktu lalu.

Bupati Tulungagung Syahri Mulyo SE, M.Si dalam sambuatanya pada acara ini diantaranya mengatakan bahwa kesenian Tradisional Wayang Kulit pada hakekatnya merupakan ekspresi Budaya, dimana kesenian tersebut tumbuh dan berakar serta mengandung nilai-nilai moral Spritual, media pendidikan moral dan falsafah hidup. “ melalui proses sejarah panjang, nilai budaya tersebut telah banyak membantu dan berhasil ikut meletakan dasar falsafah dan tata hidup bangsa dan negara yaitu Pancasila, oleh karenanya nilai – nilai kesenian tradisional perlu digali, dilestarikan serta dikembangkan hingga mampu meletakan landasan pembangunan “. kata Bupati.

Selanjutnya Bupati berharap dengan selensainya pagelaran Wayang kulit ini nantinya warga empat desa yang berada di Kecamatan Campurdarat yaitu warga Desa Sawo, warga Desa Gedangan, warga Desa Gamping, dan warga Desa Ngentrong diberikan keselamatan lahir dan batin, rejeki yang melimpah, dan barokah serta dijauhkan dari mara bahaya. Acara pentas pagelaran wayang kulit yang mengambil cerita Bimo Suci ini dimulai dengan penyerahkan tokoh wayang kulit Werkudoro dari Bupati Tulungagung Syahri Mulyo, SE. M.Si kepada ki Dalang yaitu Ki Muhammad Ferdan Tauladan. (hms/adv/yas)

post-top-smn

Baca berita terkait