Sunday, 20 September 2020

Wayang Kulit HUT RI Ke-71 dan Tasyakuran Adipura Buana 2016, Apresiasi Peran Pasukan Kuning dan Masyarakat

post-top-smn
Penyerahan piala adipura kirana yang diserahkan langsung oleh Wapres RI Jusuf Kalla kepada Wali kota Mojokerto Mas’ud Yunus di Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Jumat (22/7)

Penyerahan piala adipura kirana yang diserahkan
langsung oleh Wapres RI Jusuf Kalla kepada Wali
kota Mojokerto Mas’ud Yunus di Kabupaten Siak,
Provinsi Riau, Jumat (22/7)

Mojokerto Kab, SMN – Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi, menyatakan salut atas kontribusi pasukan kuning Dinas PU Cipta Karya dan juga masyarakat, atas diraihnya penghargaan Adipura Buana untuk kategori kota kecil Mojosari tahun 2016. Ungkapan tersebut Ia sampaikan dalam acara pagelaran wayang kulit peringatan HUT Republik Indonesia ke-71 sekaligus tasyakuran, yang dihelat di lapangan Desa Seduri Mojosari, Jumat (6/8) malam.

“Alhamdulillah Kabupaten Mojokerto berhasil meraih Adipura Buana 2016 untuk kategori kota kecil Mojosari. Saya mengucapkan terimakasih atas dukungan dan kontribusi masyarakat, khususnya masyarakat Pungging dan pasukan kuning Dinas PU Cipta Karya yang telah berjasa besar menjaga kebersihan lingkungan. Kita telah memenuhi kriteria liveable city (kota layak huni), yang berjalan harmonis dengan kepedulian masyarakatnya. Mempertahankan lebih berat daripada meraih, semoga prestasi Adipura mampu kita pertahankan setiap tahunnya dengan capaian yang lebih baik,” ujar Pung.

Asisten Perekoniman dan Pembangunan, Mustain, mengatakan rinci dalam sambutannya bahwa Adipura Buana 2016 merupakan refleksi atas usaha menggabungkan semangat sosial dan lingkungan yang berjalan sinergis. Selain kontribusi pasukan kuning dan masyarakat, kerja keras seluruh tim pembina cluster-cluster penilaian Adipura juga turut menyumbang kontribusi besar. Mustain berharap agar tingkatan Adipura makin baik di tahun-tahun berikutnya.

“Adipura Buana 2016 diserahkan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla, di Lapangan Istana Siak, Sri Indrapura, Riau, tanggal 22 Juli lalu. Penghargaan Adipura selain menyasar pada tata kelola persampahan, juga mengambil dari keadaan perwajahan kawasan kota atau kabupaten. Lebih esensial adalah kepedulian dan atensi kepala daerah dalam mensinergikan lingkungan dan sosial dalam satu paket utuh. Jika tahun ini kita berhasil meraih Adipura Buana, semoga di tahun berikutnya kita bisa meraih Adipura Paripurna,” harap Mustain.

Di tahun 2016 sendiri, memang terdapat perubahan kategori Adipura. Tidak ada lagi Adipura Kencana, namun menggunakan kategori baru, yakni Adipura Buana, Kirana, Karya, Bhakti, dan Paripurna. Untuk diketahui, Adipura Kirana diberikan kepada 36 kabupaten/kota, sedangkan Adipura Buana diberikan kepada 57 kabupaten/kota, termasuk di dalamnya Kabupaten Mojokerto.

Penilaiannya pun menggunakan titik berat yang lebih kompleks. Pelaksanaan program Adipura di Kabupaten Mojokerto dipimpin langsung oleh Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa, dengan melibatkan seluruh SKPD di Kabupaten Mojokerto yang tergabung dalam Tim Pembina Adipura.

Di bawah koordinator Asisten Bupati, seluruh tim telah melaksanakan pembinaan pada cluster-cluster yang dinilai. Pembinaan difokuskan pada kondisi lapangan yang belum memenuhi kriteria penilaian masing-masing cluster, untuk dilakukan tindakan yang perlu agar dapat meningkatkan perolehan nilai. Seleksi dan penilaian Adipura sudah dilaksanakan sejak awal tahun 2016. Penilaian terbagi dalam beberapa tahap mulai dari berkas dokumen, verifikasi lapangan, sampai tahap wawancara.

Pungkasiadi dalam tasyakuran Jumat malam lalu, meyerahkan langsung Piala Adipura Buana kepada Camat Mojosari, dilanjutkan penyerahan gunungan wayang kepada Ki Dalang Pitoyo sebagai tanda dibukanya pagelaran wayang kulit semalam suntuk. (hms/adv/kan)

post-top-smn

Baca berita terkait