Wednesday, 21 October 2020

Warga Protes, Proyek Plengsengan Irigasi PU Pengairan Setinggi 4 Meter Ambrol

post-top-smn
Proyek Irigasi setinggi 4 Meter, sepanjang 10 meter Ambrol.

Proyek Irigasi setinggi 4 Meter, sepanjang 10 meter Ambrol.

“Proyek Tanpa Papan Nama Dinilai Proyek Siluman yang Tidak Perlu Diketahui Publik”

Banyuwangi, SMN – Sangat memprihatinkan sekali plengsengan irigasi Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan setinggi kuranglebih 4  meter, sepanjang 10 meter yang terletak dilingkungan Watu Ulo, Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah ambrol diterjang hujan. Padahal, pekerjaan proyek plengsengan itu baru dikerjakan beberapa bulan lalu.

Seperti diungkapkan sejumlah warga setempat, plengsengan irigasi tersebut sudah lama ambrol, padahal baru selesai dikerjakan disaat bulan puasa ramadhan lalu. Akan tetapi, oleh pihak rekanan yang mengerjakan pekerjaan itu tidak ada perbaikan sama sekali hingga sekarang ini. Bahkan, papan nama proyek hingga selesai pekerjaannya tidak dipasang.

“Plengsengan saluran irigasi ini kerusakannya sangat parah sekali hingga mengakibatkan pasangan batu raen yang terpasang sepanjang kuranglebih 10 meter longsor. Jika dilihat dari campuran pasangan antara pasir dan semennya tidak sesuai dengan standarnya. Sehingga, bila terkena air mudah ambrol. Yang terlihat dipinggir plengsengan yang ambrol bekas tumpukan tanah yang berada diatas pasangan plengsengan,” Ungkap warga.

Pantauan SMN saat berada dilokasi ambrolnya plengsengan irigasi milik Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Banyuwangi hingga berita ini diturunkan kondisinya masih dibiarkan ambrol begitusaja tanpa dilakukan perbaikan dan disejumlah titik pasangan plengsengan nampak terlihat ada retakan.

Selain itu, didalam pengerjaan proyek tidak dilengkapi dengan papan nama sehingga banyak masyarakat menuding bahwa pekerjaan plengsengan irigasi sebuah proyek siluman yang terindikasi secara sengaja tidak boleh diketahui oleh publik.

Disisi lain, disejumlah titik lokasi proyek yang berada dibawah naungan PU Pengairan Banyuwangi seperti yang terdata disejumlah titik berada di wilayah Kecamatan Licin masih banyak yang ambrol dan belum terpasang papan namanya. Padahal, pekerjaan proyeknya sudah terselesaikan hingga 100 persen.(dhi)

post-top-smn

Baca berita terkait