Thursday, 29 October 2020

Warga Ngawi Diminta Tak Termakan Isu Penculikan Anak

post-top-smn
Gelandangan korban isu penculikan

Gelandangan korban isu penculikan

Ngawi, SMN – Isu penculikan anak benar-benar membuat warga Ngawi menjadi waspada. Salah satunya dengan lebih mengetatkan pengamanan pada anak-anak termasuk saat di sekolah. Para orangtua kembali menunggu anak-anak mereka terutama yang masih di taman kanak-kanak dan PAUD karena takut diculik.

Beberapa sekolah juga melakukan pendataan pada penjual makanan dan minuman di depan sekolah. Dalam selembar kertas para penjual makanan dan minuman menuliskan nama, jenis dagangan dan alamat mereka. Merebaknya isu penculikan pada anak-anak juga membuat ibu yang memiliki balita ikut cemas. Mereka pun tak segan menunggui anaknya di sekolah agar bisa mengawasi putra-putrinya. “Dulu ya hanya mengantar dan menjemput, kalau sekarang lebih baik waspada dan menunggui anak saya di sekolah,” ujar Yuliati, seorang ibu dari anak umur 4 tahun di Desa Beran, Kecamatan Ngawi.

Isu adanya penculikan anak juga sudah memakan korban. Kamis lalu, seorang gelandangan menjadi korban kemarahan warga dan kepalanya dilempari batu sampai berdarah. Korban penganiayaan tak berdasar ini ternyata seorang nenek yang diduga mengalami gangguan jiwa. Sang nenek bernama Kasingah, 52 tahun, warga Ngraho Kabupaten Bojonegoro ini mengalami luka di kepala akibat lemparan batu.

Kejadian yang dialami Nenek Kasingah bermula saat isu penculikan beredar di Ngawi dan sang nenek diusir warga dan ditemukan tergeletak berdarah di Klitik Kecamatan Geneng. Polisi yang mengamankan Kasingah akhirnya membawanya ke rumah sakit. Sampai Jumat 24 Maret 2017, Kasingah dititipkan di bagian jiwa RSUD dr Soeroto. “Kami minta masyarakat tenang dan tidak mudah termakan isu adanya penculikan anak,” ujar Kapolres Ngawi AKBP Nyoman Budiarja.

Kapolres juga menegaskan bahwa Kasingah merupakan nenek yang mengalami kebetulan ada di sekitar lokasi beredarnya isu penculikan sehingga menjadi sasaran kemarahan penduduk. Sebelumnya memang sempat beredar kabar dua orang siswa setingkat sekolah dasar diiming-imingi es krim dan permen oleh dua lelaki tak dikenal. Namun setelah diusut hal itu hanyalah kabar bohong dan karangan saja. “Jangan sampai hanya karena mendengar dan membaca postingan di media sosial lantas langsung percaya dan ikut panik,” kata Kapolres. (ari)

post-top-smn

Baca berita terkait