Friday, 27 November 2020

Warga Desa Tiudan Gelar Pentas Seni Tradisional Wayang Kulit

post-top-smn
Penyerahan Tokoh wayang Kulit Gunungan dari Bupati Tulungagung kepada ki dalang pementasan yaitu Ki Minto Darsono

Penyerahan Tokoh wayang Kulit Gunungan dari Bupati Tulungagung kepada ki dalang pementasan yaitu Ki Minto Darsono

Tulungagung, SMN – Ribuan penggemar kesenian wayang Kulit dari warga desa Tiudan Kecamatan gondang dan sekitarnya, Senin, 17/10/2016, memenuhi halaman Kantor Desa Mereka. mereka menyaksikan Gelar Pentas Seni pertunjukan kesenian Pagelaran Wayang Kulit dalam rangka memperingati tahun baru Islam 1438 H/ 2016 M dan Bersih Desa Tiudan Kecamatan Gondang.

Dalam acara yang menghadirkan salah satu dalang ternama di Kabupaten Tulungagung Ki Minto Darsono dari Desa Pakisrejo Kecamatan Rejotangan ini juga dihadiri oleh Bupati Tulungagung Syahri Mulyo, SE, M.Si.

Menurut Ketua panitia Kegiatan Panji kegiatan yang digelar di halaman Kantor Desa ini dimaksudkan untuk memperingati Tahun baru Islam 1438 H/2016 M serta kegiatan Bersih Desa.

Panji juga menjelaskan bahwa dalam rangka bersih desa desa Tiduan Panitia menggelar berbagai acara diantaranya yaitu menggelar Kegiatan Istighosah oleh warga yang dilakukan pada hari Sabtu, 15/10/2016 di balai desa, kedua menggelar pawai pembangunan Desa pada Minggu, 16/10/2016/, menggelar pentas wayang kulit yang dilaksanakan pada senin, 17/10/2016/ di balai desa Tiudan serta menggelar Ruwatan Masal yang dilakukan pada selasa, 18/10/2016 di halaman balai Desa.

Dalam sambutanya Bupati Tulungagung Syahri Mulyo, SE, M.Si pada acara ini diantaranya mengatakan bersih desa dan tahun baru islam atau 1 sura merupakan ritual yang telah menjadi tradisi secara turun temurun yang dilaksanakan sebagian masyarakat, dengan tujuan mendapatkan keselamatan, ketentraman lahir batin.

“di dalam pelaksanaan bersih desa dan peringatan tahun baru islam ini mengandung nilai-nilai luhur yaitu nilai kebersamaan, kerukunan, gotong royong serta mempererat rasa persatuan dan kesatuan. Dengan fungsi demikian maka keberadaan peringatan bersih desa dan tahun baru islam dapat memperkokoh jati diri bangsa, yang berguna dalam persaingan kebudayaan yang semakin mengglobal”, ujar Bupati

Selanjutnya bupati juga mengatakan kesenian tradisional wayang kulit pada hakekatnya merupakan ekspresi budaya, dimana kesenian tersebut tumbuh dan berakar serta mengandung nilai-nilai moral spiritual, media pendidikan moral dan falsafah hidup.

Bupati juga berharap mudah – mudahan seni tradisional yang penuh tuntunan sekaligus tontonan ini akan mampu memberikan pencerahan batin dan menjadi suri tauladan yang baik bagi perilaku kehidupan kita semua didalam suasana yang ayem tentrem mulyo lan tinoto.

Acara pagelaran pentas pertunjukan wayang kulit yang mengambil ceritera Semar Bangun Kayangan ini ditandai dengan penyerahan Tokoh wayang Kulit Gunungan dari Bupati Tulungagung kepada ki dalang pementasan yaitu Ki Minto Darsono. Adapun Bintang tamu dalam acara Pertunjukan wayang kulit ini Jo klitik dan Jo Klutuk.(hms/adv/yas)

post-top-smn

Baca berita terkait