Friday, 23 October 2020

Walikota Probolinggo Sidak Hewan Kurban

post-top-smn

Walikota Probolinggo HJ.Rukmini.Sh.Msi saat melakukan Sidak Hewan Kurban Dilokasi penjualan hewan dikawasan Kelurahan Jati Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo .

Probolinggo, SMN  Pemerintah kota Probolinngo dalam rangka Untuk memberikan jaminan keamanan dan kelayakan daging qurban, Wali Kota Probolinggo HJ. Rukmini.Sh.Msi , melakukan sidak hewan qurban di sejumlah pedagang, hari ini (20/8). Ada beberapa lokasi yang disidak oleh Walikota diantaranya lokasi pedagang di lapangan Jati Jalan Hayam Wuruk, Jalan Bengawan Solo dan Ponpes Hidayatullah.

Team sidak yang dipimpin langsung oleh Walikota ini dari petugas gabungan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Kesehatan (Dinkes), Majelis ulama Indonesia (MUI), Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) , Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Bagian Humas dan Protokol, dan Satpol PP, juga Kalangan Media.

Hasil sidak Team Wali kota tersebut menemukan satu ekor kambing mengalami diare, 13 ekor sakit mata dari sebanyak 57 ekor hewan qurban di Ponpes Hidayatullah. Satu ekor kambing belum poel (cukup umur) di Jalan Bengawan Solo. Sedangkan di lapangan Jati, tidak ditemukan hewan kurban yang bermasalah.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan IR . Sukarning Yuliastuti.Msi dalam penjelasanya mengatakan selain memberikan jaminan kepada masyarakat, pihaknya pedagang menyediakan hewan qurban yang aman, sehat, utuh dan halal (ASUH). Oleh karena itu, pihaknya melakukan pencegahan penyakit hewan menular pada hewan qurban sebelum disembelih.

“Juga sebagai sarana untuk memberikan penyuluhan kepada pedagang tentang syarat – syarat hewan qurban yang sesuai syariat Islam, memenuhi kaidah kesehatan dan kesejahteraan hewan, serta kesehatan masyarakat,”

Beberapa waktu lalu, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan sudah melakukan pembinaan kepada para pedagang. Namun masih ditemui hewan qurban yang menderita conjuctivitis (sakit mata) dan lecet atau luka.

“Ternak sakit yang ditemukan disarankan kepada penjual untuk tidak di jual terlebih dahulu, diberi pengobatan dulu. Dan, dipisahkan dari ternak yang lain untuk menghindari penularan,”

Wali Kota Probolinggo HJ.Rukmini.Sh.Msi dikesempatan tersebut menghimbau, pembeli harus lebih selektif dalam memilih kambing atau sapi yang sehat, yang sudah cukup umur sehingga sudah memenuhi syarat hewan qurban. “Untuk penjual agar tidak menjual kambing yang belum layak, jika tetap menjual kambing tidak layak nanti saya sendiri yang mendatangi penjualnya,”

Lebih lanjut Walikota HJ. Rukmini.Sh.Msi juga mengungkapkan harga hewan qurban yang dijual masih stabil berkisar antara Rp. 2,5 juta sampai Rp 3 juta, tergantung usia dan jenis hewan qurban tersebut. (EDY)

post-top-smn

Baca berita terkait