Wednesday, 25 November 2020

Wali Kota Mojokerto Blusukan ke TPA Sampah Randegan

post-top-smn
Wali Kota Mojokerto Mas’ud Yunus (kiri) bersama aktifis Lingkungan Satrio Wiweko melihat TPA Randegan, Kamis (3/3) kemarin.

Wali Kota Mojokerto Mas’ud Yunus (kiri) bersama aktifis Lingkungan Satrio Wiweko melihat TPA Randegan, Kamis (3/3) kemarin.

Kota Mojokerto, SMN – Keinginan Pemkot Mojokerto mendapatkan penghargaan Adipura tahun ini sangat besar. Dukungan petinggi Pemkot untuk  mendapatkan penghargaan bidang kebersihan kota sangat luar biasa. Setelah sebelumnya Wakil Wali Kota Suyitno Inspeksi Mendadak (Sidak) ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di kawasan Randegan, Magersari Kota Mojokerto, giliran Wali Kota Mas’ud Yunus blusukan ke tempat yang sama, Kamis (3/3) kemarin.

Lokasi yang dikunjungi di TPA juga hampir sama, yakni  gundukan sampah, tempat pengelolahan sampah serta taman yang ada di areal TPA. Di sela blusukan, wali kota mematok target Kota Mojokerto wajib mendapatkan penghargaan Adipura tahun 2016 ini.

”Perubahan di TPA ini sangat luar biasa, meski ada beberapa catatan kecil yang perlu diperbaiki. Insya Allah kita bisa mendapatkan Adipura tahun ini,” ujar Mas’ud Yunus.

Catatan yang diberikan wali kota diantaranya, pagar kelililing TPA yang kurang tinggi, hingga lahan TPA yang kurang luas. ”Tapi secara umum sudah ada banyak perbaikan di TPA ini dibanding sebelum-sebelumnya,” tambah Wali kota.

Dalam blusukan kemarin, wali kota disuguhi banyak perubahan di TPA. Diantaranya  papan petunjuk setiap bagian lokasi TPA, pengecatan pagar keliling, penataan sejumlah taman di dalam TPA, berkurangnya bau, hingga pemisahan jenis sampah yang masuk ke TPA. ”Bagi saya selain penghargaan adipura, perubahan sikap mental masyarakat dalam menjaga kebersihan juga sangat penting,” imbuh wali kota.

Selain blusukan ke TPA, wali kota kemarin juga menyaksikan launching kader kebersihan yang bertugas di alun-alun, penandatanganan prasasti serta penandatangan MoU dengan BPRS soal pembayaran gaji karyawan DKP lewat BPRS. ”Dengan pembayaran gaji lewat bank bisa menghindari Pungli,” tegas wali kota.

Wali kota  juga melihat tempat pengolahan sampah menjadi gas methan sebagai bahan gas untuk energi kompor rumah tangga warga sekitar. ” Minimal saat ini sudah ada 24 Kepala keluarga warga sekitar yang sudah  menikmati gas untuk memasak secara gratis. Saya targetkan nantinya 100 kepala keluarga yang bisa menikmati gas methan gratis,” timpal Amin Wachid, Kepala DKP Kota Mojokerto.

Amin Wachid juga memaparkan strategi pengolahan sampah di TPA agar bisa meraih Adipura. ”Kita optimalkan fungsi TPS (Tempat pembuangan sementara), di TPS sampah sudah dipilah-pilah, sehingga yang dikirim ke TPA sudah terpisah, dan ini mempermudah pengelolahan sampah,” tambah mantan Kadisnakertrans ini. (hms/adv/kan)

post-top-smn

Baca berita terkait