Tuesday, 29 September 2020

Wali Kota Mas’ud Pimpin Penyemprotan Disinfektan Antisipasi Flu Burung

post-top-smn
Wali Kota Mojokerto Mas'ud Yunus ketika menyemprot unggas dengan disinfektan di salah satu pasar unggas Kota Mojokerto

Wali Kota Mojokerto Mas’ud Yunus ketika menyemprot unggas dengan disinfektan di salah satu pasar unggas Kota Mojokerto

 

Kota Mojokerto, SMN – Wali Kota Mojokerto Mas’ud Yunus memimpin penyemprotan disinfektan ke pasar-pasar unggas yang ada di Kota Onde-onde. Upaya ini sekaligus mengantisipasi penyebaran virus H5N1 dan mengembalikan kepercayaan pembeli karena daya jual ayam potong turun 50%.

Wali Kota Mas’ud juga menyemprot Pasar Burung di Jalan Empunala. Setiap burung milik pedagang disemprot dengan disinfektan. Sangkar burung juga tak luput dari penyemprotan.

“Penyemprotan ini untuk mencegah flu burung di Kota Mojokerto mengingat beberapa daerah di Jawa Timur sudah ada yang kena flu burung,” kata Mas’ud kepada wartawan, Kamis (31/3/2016).

Mas’ud menegaskan, sampai saat ini kasus flu burung belum ditemukan di Kota Mojokerto. Namun, masyarakat dan pedagang ayam mulai resah dengan temuan penyakit yang menyerang unggas itu di Banyuwangi dan Lamongan. Pasalnya, unggas yang beredar di Kota Mojokerto sebagian besar berasal dari daerah lain.

“Maka dari itu kami lakukan penyemprotan ini untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat agar tak khawatir dengan isu flu burung. Karena sampai saat ini Kota Mojokerto masih aman dari flu burung,” ujarnya.

Penyemprotan disinfektan juga menyasar pasar ayam di Cakarayam, Kelurahan Mentikan. Selain dengan penyemprotan, Mas’ud mengimbau agar masyarakat tak memelihara unggas di dalam rumah. Itu untuk mengantisipasi penularan penyakit yang menyerang unggas itu ke manusia.

“Karena flu burung juga menular ke manusia melalui pernafasan dan air liur. Jika terjadi kematian unggas mendadak agar segera melapor ke Dinas Pertanian supaya dilakukan penyemprotan,” tandasnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Mojokerto Happy Dwi Prastiawan menambahkan, pihaknya juga akan mengawasi lalu lintas pengiriman unggas ke wilayahnya bersama pihak kepolisian dan Dishub. Karena bukan tak mungkin virus H5N1 masuk melalui distribusi unggas.

“Kewajiban setiap dispertan dan peternakan untuk memantau penyebaran flu burung di wilayahnya. Sama-sama menjaga wilayah jangan sampai meluas ke daerah lain. Nanti akan kelihatan asal penyebaran penyakit jika ada unggas yang masuk ke Kota Mojokerto yang sakit dan mati mendadak,” ungkapnya.

Happy berjanji penyemprotan akan dilakukan secara berkala setiap 3 bulan sekali. “Setelah ini kami kontrol dan evaluasi. Penyemprotan secara berkala kami lakukan 3 bulan sekali,” pungkasnya. (hms/adv/fik)

post-top-smn

Baca berita terkait