Thursday, 22 October 2020

Wakil Bupati Ponorogo H.Sudjarno Sambut Tim Penilai lomba Gotong Royong Tingkat Propinsi, Bringinan Masuk Nominasi Tingkat Propinsi Lomba Gotong Royong

post-top-smn
Wakil Bupati H.Sudjarno bersama tim penilai lomba propinsi Jawa Timur.

Wakil Bupati H.Sudjarno bersama tim penilai lomba propinsi Jawa Timur.

Ponorogo, SMN – Bringinan yang dinahkodai oleh Lurah Barno tak pernah lepas dari kejuaraan lomba desa. Meskipun termasuk dalam golongan desa sedang,dengan luas wilayah 140 hektar dan jumlah penduduk mendekati 2000 jiwa, namun mempunyai kemampuan sumber daya manusia lumayan kreatif. Hal tersebut terbukti dengan datangnya tim penilai lomba Gotong-royong tingkat Propinsi dari Jawa timur,Fuad beserta rombongan yang dihadiri oleh wakil bupati Ponorogo H.Sudjarno, Sekda Ponorogo Agus Pramono bersama semua kepala dinas terkait, Muspika kecamatan Jambon, camat JambonTony Sumarsono, para perangkat desa, ketua penggerak PKK Ponorogo dan segenap masyarakat yang hadir, pada hari Kamis 23/3, bertempat di balai desa Bringinan kecamatan Jambon Ponorogo.

Tim Penilai lomba gotong royong Propinsi Jawa Timur,Fuad menjelaskan, Dirinya sebagai tim penilai dari Propinsi harus obyektif dan benar- benar murni, hasil dari penilaian itu bisa dipertanggung jawabkan, ujarnya.

Sementara itu, wakil bupati Ponorogo H.Sudjarno menyampaikan, Dirinya merasa senang dan berterimakasih kepada semua tim penilai lomba gotong royong, yang mana telah hadir di Ponorogo dalam rangka memberikan penilaian terhadap desa Bringinan yang solid. Pihaknya juga mengharapkan, agar dalam penilaian tersebut, desa Bringinan yang berhasil menjadi juara tingkat Nasional mengalahkan daerah saingannya Pacitan, Madiun dan Situbondo, sesuai dengan apa yang diharapkan masyarakat Bringinan pada khususnya dan Ponorogo pada umumnya. Harapnya.

Menurut wakil Bupati Sudjarno, gotong-royong merupakan warisan budaya nenek moyang, dengan keguyuban, kerukunan, kebersamaan dalam apapun, kesehatan, keamanan.” Dalam kesehatan, ada senam lansia,”ujarnya. H.Sudjarno menambahkan, lomba gotong-royong ini mengakar sejak budaya leluhur di berbagai aspek kehidupan,” kalau ingin lebih detailnya, bapak-bapak dan ibu-ibu bisa melihat di lapangan bagaimana masyarakat Bringinan dalam bergotong royong,” ujarnya.Karena gotong royong juga ditekankan dari hati ke hati disamping kondisi fisik yang dilaksanakan di lapangan, urainya.

Lebih lanjut, hal senada juga disampaikan Kepala desa Bringinan Barno, pihaknya sangat merasa senang, dengan diadakannya penilaian, terkait dengan diikut sertakannya Bringinan dalam kategori lomba Gotong royong tingkat Propinsi yang kemudian teruskannya ke tingkat Nasional,”Sehingga dengan demikian, kami bisa selalu mengontrol rasa kebersamaan yang telah dilakukan warga Bringinan hingga saat ini dan akan memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada di desa kami ini,” Pungkas Barno.

Sementara itu masih ditempat yang sama, Camat Jambon Tony Sumarsono mengungkapkan, Dirinya sangat bangga dengan desa Bringinan yang sering kali mendapatkan juara lomba desa,” Kami harapkan kedepan Bringinan bisa menjadi contoh untuk desa-desa yang lainnya,” Pungkas Tony Sumarsono.(hms/adv/wied)

post-top-smn

Baca berita terkait