Monday, 21 September 2020

Wagub Minta Pengusaha Sukseskan SE 2016

post-top-smn
Wakil Gubernur Prov Jatim beserta Pangdam V Brawijaya dan Kepala Badan Sensus Ekonomi bersama-sama melakukan prosesi lempar topi dalam Upacara Pelepasan Sensus Ekonomi secara resmi dan terbuka di halaman Gedung Negara Grahadi Surabaya

Wakil Gubernur Prov Jatim beserta Pangdam V Brawijaya dan Kepala Badan Sensus Ekonomi bersama-sama melakukan prosesi lempar topi dalam Upacara Pelepasan Sensus Ekonomi secara resmi dan terbuka di halaman Gedung Negara Grahadi Surabaya

Surabaya, SMN – Wakil Gubernur Minta seluruh masyarakat, khususnya para pengusaha untuk ikut menyukseskan Sensus Ekonomi (SE) 2016. Pengusaha diharapkan melaporkan data dengan jujur karena data yang dihasilkan dari SE 2016 ini akan dijadikan modal bagi pemerintah untuk merumuskan peraturan dan kebijakan publik demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“SE 2016 ini akan menggambarkan anatomi perekonomian Jatim yang paling mutakhir, yang kemudian akan dijadikan dasar pengambilan keputusan oleh pemerintah, karena itu, kami himbau seluruh masyarakat, khususnya pengusaha untuk ikut menyukseskan sensus ini. Salah satu caranya, ya ketika disensus, laporkanlah data dengan jujur”.
Hal itu disampaikan Gus Ipul, sapaan akrab Wagub Jatim saat Apel Pelepasan Petugas SE 2016 di halaman Gedung Negara Grahadi Surabaya, kamis (28/4) sore.
Gus Ipul mengatakan, seluruh sektor perekonomian Jatim, kecuali pertanian, akan disensus, baik perusahaan besar maupun sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Diharapkan, dari hasil sensus tersebut akan didapatkan data yang akurat terkait tenaga kerja di sektor formal maupun informal.
“Jadi kita bisa mengukur mana perusahaan besar maupun UMKM yang sudah berkembang, jumlah tenaga kerjanya, mana yang siap ekspor, mana yang belum, nanti akan tergambar semua. Dari situ kita bisa mendapat gambaran konkrit tentang data dan kekuatan ekonomi Jatim, sehingga pemerintah bisa mengambil kebijakan ekonomi yang pas” katanya.
Namun kendalanya, lanjut Gus Ipul, adalah dikhawatirkan pengusaha tidak melaporkan data dengan jujur, karena mereka takut dikenai pajak yang besar. Karena itu, dalam SE 2016 ini, ia minta pengusaha tidak perlu khawatir dan dapat melaporkan data yang benar, pasalnya, data mereka dijamin kerahasiaannya oleh Undang-Undang (UU) sehingga tidak akan bocor.
“Salah satu alasan pengusaha tidak melaporkan data dengan jujur adalah khawatir pajak yang mahal, tapi saya harap itu tidak terjadi, karena jika tidak jujur, tentu kerjanya tidak tenang, lebih baik laporkanlah data sejujurnya, dengan kesadaran baru, apalagi ada wacana tax amnesty, saya optimis seluruh wajib pajak bisa memberikan jawaban yang jujur” ujarnya.
Kepada para petugas SE 2016, Gus Ipul mengingatkan vitalnya peran mereka bagi kesuksesan pembangunan kedepan, ia minta para petugas agar melaksanakan tugas sebaik-baiknya sesuai Standard Operation Procedure (SOP) dalam bekerja, sehingga didapatkan data yang valid dan berkualitas.
“Ingat, kesalahan pendataan akan menyebabkan kesalahan pengambilan kesimpulan, sehingga berujung pada kesalahan pengambilan kebijakan, karena itu, tiga hari kedepan, tanggal 1 Mei 2016, selama satu bulan penuh, SE 2016 akan memasuki tahap paling penting, yakni pencacahan lapangan. Saya minta semua pihak untuk melaksanakan perannya masing-masing dengan penuh rasa tanggung jawab, “ pungkasnya.
Apel pada kesempatan itu turut dihadiri oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Teguh Pramono, Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Sumardi, perwakilan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), para kepala SKPD di lingkungan Pemprov Jatim, dan segenap tamu undangan. (*)

post-top-smn

Baca berita terkait