Thursday, 22 October 2020

UPT Pendidikan Kecamatan Sumbersari, Perketat Pengamanan Sekolah, Susul Isu Penculikan Anak

post-top-smn

sosialisasi Jember, SMN – Pihak Sekolah Dasar (SD) Sumbersari 01 terus memperketat pengamanan di lingkungan sekolahnya menyusul maraknya isu penculikan anak saat pulang sekolah akhir-akhir ini. Menurut Kepala UPT Pendidikan Kecamatan Sumbersari, Ahmad Kamalian kepada sejumlah media bahwa di wilayah kerjanya belum ada kejadian penculikan seperti yang banyak diisukan.

Kata Kamalian, pihak telah memberikan sosialisasi kepada seluruh Kepala Sekolah SD yang ada diwilayah kerjanya, sejak beberapa hari yang lalu.

“Bahkan kami sarankan kepada orang tua wali murid untuk bisanya menjemput anak-anaknya di SD masing-masing yang baru pulang,” katanya, kemarin kepada sejumlah wartawan saat ditemui di Polsek Sumbersari pagi.

Menurut Kamalian, dari informasi yang didapat dari para Kepala Sekolah, para siswanya sudah tidak diizinkan keluar dari halaman sekolah, meskipun pada saat jam istirahat berlangsung.

“Para siswa harus tetap berada di dalam halaman sekolah sampai orang tua mereka menjemputnya untuk pulang rumah, ini yang dapat mengntisipasinya,” tuturnya lagi.

Pada SD Sumbersari 01, pihak sekolah terpaksa menutup pintu utama dan hanya membuka pintu darurat saja agar pihak sekolah mudah mengontrol aktivitas para orang tua yang akan menjemput anak-anaknya.

“Sebagai pendidik, menurut kami ini adalah bagian dari antisipasi terkait merebaknya isu penculikan anak,” kata Ratih salah satu guru SD Sumbersari 01 kepada wartawan kemarin seusai melakukan sosialisasi terhadap anak didiknya.

Isu lewat pemberitaan melalui media cetak dan elektronik kata Ratih, sempat membuat pihaknya resah.

“Kami juga memberlakukan penjagaan secara ketat, setiap jam istirahat maupun pulang sekolah. Tidak diperkenankan untuk keluar halaman sekolah. Dan isu penculikan anak yang beredar di media sosial ataupun yang beredar di media cetak dan elektronik membuat para orang tua di resah,” tambahnya.

Cara paling aman, kata Ratih adalah dengan anak-anak diberi pemahaman agar tidak mudah terbujuk rayuan seseorang yang belum dikenal. Bujukkan itu biasanya menggunakan iming-iming uang atau jajanan.

“Apabila gerak-gerik orang itu mencurigakan segera menghindar,” jelasnya.

Instruksi dari Kepala Sekolah, kami para guru juga diminta turut mengawasi kepulangan anak didiknya. Para pendidik harus memastikan bahwa seluruh muridnya telah pulang ke rumah dengan selamat bersama walinya. Jangan sampai terjadi saat kepulangan sekolah siswa dimanfaatkan oleh pelaku penculikan anak.

Salah satu orang tua siswa, Achmad Fuad juga mengaku resah dengan isu tersebut. “Saya khawatir adanya isu penculikan anak. Sebagai orang tua memilih untuk mengantar dan menjemput anak saya,” ujarnya.

Pihak sekolah juga berharap pengawasan terhadap anak bukan hanya menjadi tanggung jawab para guru disekolah namun perlu adanya kerjasama yang baik bagi para orang tua siswa agar saat pulang sekolah para orang tua segera menjumput anak anak mereka di sekolah.

Ternyata, menurut Fuad dari pantuannya dengan merebaknya isu ini, personil kepolisian juga tidak tinggal diam untuk melakukan pengamanan di lingkungan sekitar sekolah-sekolah SD yang ada di Kabupaten Jember.

“Sepengetahuan saya, pengamanan yang dilakukan oleh pihak kepolisian adalah saat pagi mengantar sekolah dan siang saat bubaran sekolah. Petugas kepolisian di masing-masing polsek supaya melakukan pengamanan kepulangan para siswa TK dan SD di wilayahnya,” kata Fuad menambahkan.

Namun menurut Fuad lagi, tidak salah jika kita waspada jauh lebih baik untuk menangkal aksi itu. Pengamanan merupakan bentuk nyata dari sikap kepedulian orang tua terhadap anaknya, biarpun kasus anak yang hilang diculik memang belum ada.

“Tapi isu ini terlanjur membuat resah kalangan pendidik dan orang tua peserta didik. Ditambah lagi beberapa berita di media elektronik belakangan menayangkan sejumlah peristiwa penangkapan terhadap orang yang diduga hendak melakukan penculikan anak,” pungkasnya.(atk)

post-top-smn

Baca berita terkait