Wednesday, 2 December 2020

UPT Disnaker Mengajak Pengangguran Untuk Mengikuti Progam LKD

post-top-smn
Para tuna karya yang mengikuti pelatihan Batik khas Pasuruan

Para tuna karya yang mengikuti pelatihan Batik khas Pasuruan

Pasuruan, SMN – Sebanyak 16 Orang pengangguran di wilayah timur Kabupaten Pasuruan, kini mereka tidak nganggur lagi dan mereka sekarang ini mengikuti Pelatihan Batik Tulis Khas Kabupaten Pasuruan yang digelar oleh UPT Disnaker dalam progam Latihan Kerja Daerah (LKD) Kabupaten Pasuruan, Rabu (03/05/2017).

Para tuna karya tersebut telah mengikuti pelatihan selama 12 hari, dan terhitung mulai 22 april hingga 3 Mei 2017. Suhartana, Kepala UPT Disnaker LKD Kabupaten Pasuruan menjelaskan, tujuan diadakan pelatihan batik tulis tersebut tak lain untuk membentuk jiwa entrepreneur pada seluruh peserta, utamanya dalam rangka mengangkat batik khas Kabupaten Pasuruan dan mengurangi pengangguran yang ada di Kabupaten Pasuruan.

“Memang diakui untuk Batik Sarono Rahardjo milik Kecamatan Sukorejo sangat bagus dan untuk motifnya sangat luar biasa, yang sekarang ini lagi diboomingkan, maka dari itu, Batik Kabupaten Pasuruan memang terus dicari. Dan untuk motif yang kita kerjakan antara lain, motif bunga krisan dan sedap malam. Ada juga motif. Maka dari itu untuk 16 orang tersebut kita latih untuk belajar membatik,” jelas Suhartono.

Untuk mendampingi para peserta para Tuna Karya, UPT Disnaker Latihan Kerja Daerah (LKD) juga mendatangkan instruktur sekaligus pembatik dari Jogja, dengan bertujuan dan harapannya para peserta tak hanya menguasai dalam hal teori saja, melainkan dapat memiliki dalam keahlian membatik secara baik dan benar. Tutur Suhartana, dan setiap peserta diberikan modal berupa alat membatik juga kain yang boleh dibawa pulang selepas melakukan pelatihan.

“Dari 16 peserta, ada 3 pembatik laki-laki dan sisanya perempuan. Tapi justru untuk pembatik prialah yang paling menguasai dalam membatik dengan baik dan benar, karena bisa dilihat dari hasilnya disaat membatik yang mendapatkan hasil sangat bagus,” imbuhnya.

Sementara itu, untuk peserta batik, mengaku baru pertama kali mengikuti pelatihan membatik tulis. Oleh karena itu, kesempatan ini saya pergunakan dengan sebaik-baiknya untuk mendalami seni batik tulis dan kamipun juga ingin bisa dan menguasai dalam membuat batik tulis.

“Harapannya, dengan adanya progam ini kami akan manfaatkan lebih serius lagi dan lebih giat lagi untuk banyak-banyak belajar tentang Batik Tulis ini agar kami benar-benar bisa juga menguasai dalam membuat batik tulis. Dan kamipun cukup senang dengan program LKD Kabupaten Pasuruan yang diselenggarakan di wilayah bagian Timur, karena program ini bisa memberantas pengangguran yang ada di Kabupaten Pasuruan,” pungkasnya.

“Tambahan dari peserta, kami dari 16 peserta banyak-banyak mengucapkan terimakasih kepada pemerintahan Kabupaten Pasuruan,” singkatnya. (Pur)

post-top-smn

Baca berita terkait