Sunday, 20 September 2020

Upacara Penerimaan 360 Mahasiswa KKN Unesa Tahun 2016, Wabup Harap Mahasiswa Jadi Inovator dan ‘Pencerah’

post-top-smn
Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi saat bertindak sebagai Inspektur Upacara

Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi saat bertindak sebagai Inspektur Upacara

Kab. Mojokerto, SMN – Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi, menerima 360 orang mahasiswa Unesa (Universitas Negeri Surabaya) peserta KKN (Kuliah Kerja Nyata) dalam upacara pagi yang diadakan di halaman kantor Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Jumat (17/6).

Dua kecamatan yang menjadi jujukan KKN selama kurang lebih tiga bulan (18 Juni-29 Agustus 2016), adalah Kecamatan Jetis dan Dawarblandong. Rektor Unesa, Warsono, dalam laporan sambutannya mengatakan jika KKN merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat dan belajar memahami sistem sosial masyarakat yang berlaku dalam lingkungan yang sebenarnya.

“KKN lahir dari kesadaran mahasiswa dalam ikut berpartisipasi dalam pembangunan bangsa dan negara. Pengabdian mahasiswa untuk masyarakat dimaksudkan agar mahasiswa bekerja di desa dalam jangka waktu tertentu, tinggal dan bekerja membantu masyarakat pedesaan dalam memecahkan persoalan pembangunan sebagai bagian dari kurikulum Perguruan Tinggi. Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Mojokerto, dan juga Camat Jetis dan Dawarblandong, yang mengakomodir kegiatan ini dengan baik,” ucap Warsono.

Pungkasiadi yang juga bertindak sebagai Irup (Inspektur Upcara), dalam sambutan amanat berpesan kepada semua pihak yang terlibat dalam KKN untuk terus melakukan koordinasi dengan lembaga-lembaga terkait demi kelancaran kegiatan hingga akhir.

Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi memberikan sambutan di upacara pagi

Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi memberikan sambutan di upacara pagi

“Saya imbau kepada unsur yang terlibat di dalam KKN untuk senantiasa berkoordinasi dengan lembaga terkait seperti Kecamatan, Polsek, Koramil, dan juga perangkat desa untuk meminimalisir hambatan dan permasalahan yang mungkin timbul ke depan,” imbaunya.

Pung menambahkan jika sebenarnya bukan kali pertama ini, wilayah Kabupaten Mojokerto menjadi tempat jujukan mahasiswa KKN. Namun dirinya tetap mengapresiasi dan menyambut gembira kegiatan ini. Meski Jetis dan Dawarblandong bukan wilayah tertinggal, Pung tetap berharap agar mahasiswa mampu membawa pencerahan baru yang lebih baik demi kepentingan wilayah terkait.

“KKN merupakan salah satu penerapan konseptual berbentuk pengabdian dan pemberdayaan kepada masyarakat. Meski Jetis dan Dawarblandong bukan wilayah tertinggal, kami menyadari jika masih ada hal-hal yang membutuhkan sentuhan inovasi dari adik-adik mahasiswa peserta KKN. Kami harap ada  ‘warna baru’ dan ‘pencerahan’ bagi masyarakat. Berangkat dari KKN pula, mahasiswa dibina untuk menjadi seorang inovator, motivator, dan problem solver yang andal,” tambah Pung. Upacara ini ditutup dengan pelepasan balon dan pemakaian topi kepada beberapa perwakilan mahasiswa secara simbolis. (hms/adv/kan)

post-top-smn

Baca berita terkait