Friday, 30 October 2020

Unair Pertimbangkan Ubah Mekanisme UKT Untuk Mahasiswa Kurang Mampu

post-top-smn

Ukt Surabaya, SMN – Universitas Airlangga (Unair) Surabaya mempertimbangkan perubahan mekanisme penetapan Uang Kuliah Tunggal (UKT) khususnya untuk mahasiswa kurang mampu. Langkah ini diambil mengingat kondisi keuangan orang tua mahasiswa kadang tidak menentu.

“Kasus kita, ada mahasiswa yang dapat UKT 5. Namun di semester berikutnya minta keringanan, itu yang sedang kami pelajari. Nah, kita sedang merancang prosedur untuk pembayaran di awal, jadi dalam bentuk sumbangan universitas. Tapi nanti UKT-nya jadi lebih ringan,” tutur Rektor Unair Prof. Moh. Nasih saat jumpa pers sosialisasi SNMPTN, di Ruang Rektor, Senin (16/1).

Berkaca pada banyaknya mahasiswa yang meminta keringanan UKT tersebut, Prof Nasih mengungkapkan akan ada sedikit perubahan. Kendati secara perhitungan menurun, namun menurut Prof Nasih manfaatnya akan terasa secara sosial.

“Ya kan banyak mahasiswa yang ditengah jalan ditinggal orang tuanya, atau di PHK (Putus Hubungan Kerja,red). Unair tetap menjamin, bagi mereka yang tidak mampu juga akan kami pikirkan. Kita ingin teman-teman kita yang tidak mampu juga bisa bersaing,” ujarnya.

Namun prosedur tersebut masih mengikuti respons dari masyarakat. Apabila masyarakat menanggapi dengan positif, bukan tidak mungkin hal tersebut akan terealisasi. Namun, apabila respons masyarakat negatif, maka Unair akan tetap mengacu pada prosedur pembayaran UKT sebelumnya.

Terkait beasiswa Bidikmisi, Prof. Nasih mengimbau seluruh calon mahasiswa kurang mampu agar mendaftarkan diri pada program Bidikmisi. Selama ini ada anggapan bahwa mahasiswa pelamar Bidikmisi yang tidak diterima di SNMPTN dan SBMPTN akan gagal. Namun, di Unair, mahasiswa Biidikmisi lewat jalur mandiri pun akan dipertimbangkan.

“Jadi jangan khawatir tidak diterima di jalur SBMPTN atau SNMPTN, karena Unair juga mempertimbangkan Bidikmisi lewat jalur mandiri. Mereka yang kaya kan bisa les privat, manggil guru ke rumah untuk ngajari juga bisa jadi lolos SNMPTN itu sudah lumrah. Nah, yang tidak mampu ini harus kita pikirkan,” imbuhnya.

Dijelaskannya, jumlah kuota penerimaan SNMPTN dan SBMPTN tahun ini menurun. Hal tersebut karena pihaknya ingin lebih selektif dalam penerimaan calon mahasiswa baru. Menurutnya, hanya siswa yang punya potensi untuk masuk perguruan tinggi saja yang diterima. (luk/kom)

post-top-smn

Baca berita terkait