Monday, 21 September 2020

UINSA-USAID Kerjasama Lahirkan Calon Guru Profesional dan Berkualitas

post-top-smn
Direktur Program USAID Indonesia, Jeff Cohen bersama Rektor UINSA, Abd. A'la

Direktur Program USAID Indonesia, Jeff Cohen bersama Rektor UINSA, Abd. A’la

Surabaya, SMN – Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya bersama United States Agency for International Development (USAID) melakukan kerjasama di bidang Pendidikan. Keduanya sepakat untuk fokus melakukan pendampingan dan pelatihan untuk melahirkan calon guru yang profesional dan berkualitas.

Rektor UINSA, Prof Abd A’la mengatakan kerjasama UINSA dan USAID telah membantu para dosen untuk meningkatkan kualitas perkuliahan mereka dalam mempersiapkan calon guru profesional. Metode belajar yang diterapkan berorientasi pada keaktifan siswa untuk terlibat dan berperan lebih banyak dalam memahami materi mata pelajaran.

“Kami optimistis pendekatan perkuliahan yang kreatif, inovatif, dan lebih banyak praktik dapat memenuhi pendidikan yang berkualitas dan memperkaya pengalaman belajar mahasiswa di universitas ini,” katanya saat menerima kunjungan USAID di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Jumat (7/10).

Ia menjelaskan, UINSA dan USAID Prioritas telah melatih dan mendampingi sebanyak 10 Madrasah Ibtidaiyah(MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) mitra UINSA. Sekolah-sekolah tersebut sekarang digunakan mahasiswa untuk praktik mengajar. Lebih dari 90 guru dan kepala madrasah mitra UINSA telah dilatih dalam menerapkan pembelajaran aktif, manajemen berbasis sekolah dan mengembangkan program budaya baca.

Direktur Perencanaan Strategis dan Operasi USAID Biro Asia, Jeff Cohen menuturkan UINSA dan USAID melalui program PRIORITAS (Prioritizing Reform, Innovation, Opportunities for Reaching Indonesia’s Teacher, Administrators, and Students) sejak tahun 2014 telah bekerja sama untuk meningkatkan kualitas perkuliahan calon guru dan pelatihan guru melalui program yang berbasis praktik.

“Saya melihat perkuliahan bagi mahasiswa calon guru di UINSA memperlihatkan model yang baik bagi mahasiswa dalam melaksanakan pembelajaran aktif. Para mahasiswa tampak terbiasa melakukan kegiatan praktis dan pemecahan masalah, dan universitas ini juga mengembangkan program untuk meningkatkan pengajaran membaca di sekolah-sekolah,” kata Jeff Cohen.

Menurutnya, apabila model kuliah aktif secara konsisten dilaksanakan, UINSA berada di jalur yang benar untuk mempersiapkan guru berkualitas dunia. Mahasiswa calon guru akan lebih siap untuk menerapkan pembelajaran aktif dan mengoptimalkan potensi siswa.

Sejak kemitraan dengan USAID, UINSA telah melatih lebih dari 50 dosen dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) untuk menerapkan madrasah mitra UINSA untuk menjadi tempat praktik mengajar yang baik bagi mahasiswa. Beberapa dosen UINSA juga ambil bagian dalam kegiatan penelitian dua bulan pada Januari-Februari untuk belajar pengembangan prigram praktik mengajar bagi mahasiswa calon guru di Michigan State University (MSU) di Amerika. (luk/kom_jtm)

post-top-smn

Baca berita terkait