Thursday, 29 October 2020

TWI Koordinasikan Komitmen Kesejumlah Tempat Wisata

post-top-smn
Operator Trans Wisata Ijen, Abdullah

Operator Trans Wisata Ijen, Abdullah

Banyuwangi, SMN – Trans Wisata Ijen (TWI) bersekretariat di Jalan Raya Ijen, Desa/Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi telah programkan kedepan untuk menjalin hubungan kerjasama disektor kepariwisataan khususnya yang ada di wilayah Jawa Timur.

Koordinator operator Trans Wisata Ijen, Abdullah (56) ketika ditemui SMN mengemukakan, sejak awal telah dilakukan kordinasi kesemua anggota yang tergabung dalam kepengurusan TWI. Hal itu mempunyai maksud dan tujuan guna menciptakan suasana aman, nyaman dan kondusif bagi Wisatawan Mancanegara (Wisman) dan lokal terkait pelayanan transportasi.

Pelayanan transportasi yang dilakukan secara profesional merupakan upaya dan langkah TWI menjadi prioritas utamanya bagi sejumlah para wisman yang hendak menikmati indahnya panorama kawah ijen dan sejumlah titik wisata lainnya yang terdapat di Kabupaten Banyuwangi.

Pantai Plengkung yang sudah mendunia hingga saat ini masih diminati para wisma. Begitupula, Pantai Pulau Merah yang dikenal dengan sebutan nama “Red Island” sering dijadikan event selancar. Seperti halnya Alas Baluran, Pantai Sukamade dan sejumlah tempat persinggahan para wisman.

Bagi anggota yang tergabung di TWI akan diberikan sangsi tegas apabila ada sejumlah anggotanya terbukti bersalah melakukan anarkis yang bersifat meresahkan bagi kenyamanan wisman lokal ataupun mancanegara terkait pelayanan transportasi.

Mengenai sangsi bagi anggota yang melanggar aturan tidak hanya dikeluarkan dari keanggotan, akan tetapi dipasrahkan sepenuhnya ke aparat kepolisian jika ada bukti anggota TWI yang melakukan prilaku tidak terpuji seperti pemalakan.

“Semua akan berjalan seperti biasanya, asalkan program yang telah disepakati bersama berjalan lancar. Karena komitmen dalam hal pelayanan ini melibatkan beberapa pihak yang terkait,” Ungkapnya.

Demi terciptanya keamanan dan meminimalisir terjadinya accident “Kecelakaan” dihimbau agar semua para wisman mengunakan fasilitas kendaraan yang laik pakai dengan mengunakan jeep 4×4. Karena bila tidak mengunakan kendaraan double gardan sangat beresiko mengenai keamanan dalam mengendarai kendaraan menuju ke kawah ijen.

“Ini merupakan komitmen yang dibahas dalam pertemuan dengan Dinas Pariwisata beberapa waktu lalu. Bertempat di Jambu merupakan pos akhir sebagai transit para wisman. Selanjutnya, mengunakan kendaraan jeep 4×4 untuk perjalan ke kawah ijen. Rencananya yang hingga saat ini belum terealisasi portal tetap dipasang dipos Jambu, Desa Tamansari, Kecamatan Licin. Padahal, sudah sering dibahas namun belum diwujudkan secara nyata. Bila mereka menggunakan kendaraan pribadi 4×4 kami tidak akan mempersoalkan karena hal itu merupakan standar keamanan,” Jelas Abdullah.(dhi)

post-top-smn

Baca berita terkait