Sunday, 29 November 2020

Tunjangan Untuk Kepala Desa dan Perangkat Desa Telah di Naikan

post-top-smn
Perangkat desa unjuk rasa di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti Pemkab Pasuruan

Perangkat desa unjuk rasa di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti Pemkab Pasuruan

Pasuruan, SMN – Tuntutan Perangkat Desa yang tergabung dalam Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Cabang Kabupaten Pasuruan agar Bupati Pasuruan HM Irsyad Yusuf menaikan tunjangan penghasilan (gaji), akan segera dapat terealisasi.

Setidaknya itulah yang disampaikan Perangkat Desa ke Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf disaat para perangkat desa yang melakukan unjuk rasa di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti Pemkab Pasuruan, Kamis (18/05/2017) sore.

Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf dihadapan ratusan para pengunjuk rasa menegaskan, akan menaikkan kesejahteraan para kepala desa dan perangkat desa se-Kabupaten Pasuruan mulai tahun 2018 yang akan datang.

Untuk tunjangannya sudah ditentukan oleh Bupati Pasuruan, yaitu untuk Kepala Desa dan Perangkat Desa yang memiliki hak tanah bengkok sebanyak 3813 orang mendapatkan tunjangan sebesar Rp 650 ribu. Sedangkan kepala desa dan perangkat desa yang tidak memiliki hak tanah bengkok yang berjumlah 691 orang mendapatkan tunjangan sebesar Rp 750 ribu disetiap bulannya.

“Saya tegaskan, bahwa tunjangan untuk kesejahteraan kepala desa dan perangkat desa akan saya naikkan mulai tahun 2018 mendatang. Jadi saya himbaukan bagi seluruh kepala desa dan perangkat desa supaya tetap bekerja secara profesional dan memberikan pelayanan terbaik buat masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut Irsyad, Pemkab Pasuruan terus memantau dan memperhatikan dalam kesejahteraan diseluruh pegawainya, salah satunya adalah kepala desa dan perangkat desa. Bagi Irsyad, kepala desa dan perangkat desa adalah sesepuh atau pemimpin pemerintahan di desanya yang bertugas dalam menyerap seluruh aspirasi warga didesanya dan kesejateraan masyarakat di desanya.

“Saya sangat memahami betul untuk peran dan tugas sebagai seorang kepala desa dan perangkat desa. Dengan saya naikkan tunjangan ini, maka saya berharap untuk kinerja semakin ditingkatkan dan lebih bersemangat, terutama dalam melayani  masyarakat dan kepentingan publik” terangnya.

Disisi lain, Anang Saiful Wijaya, Asisten Pemerintahan Sekda Kabupaten Pasuruan menjelaskan, dari jumlah kepala desa yang tidak memiliki hak tanah bengkok adalah 51 orang, sedangkan untuk kades yang tidak memiliki hak tanah bengkok berjumlah 290 orang.

Begitu juga dengan perangkat desa yang tidak memiliki hak tanah bengkok ialah 691 orang, dan buat perangkat desa yang mempunyai hak untuk tanah bengkok sejumlah 3813 orang. Jadi untuk total anggaran yang akan dipergunakan buat pemberian tunjangan kesejahteraan kepada kepala desa dan perangkat desa yang mencapai Rp 45 Milyar lebih.

“Sesuai dengan arahan Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf, maka untuk penambahan tunjangan buat kesejahteraan kepala desa dan perangkat desa sudah kami rencanakan dan ditentukan pada tahun ini, jadi kenaikan tunjangan untuk kepala desa dan perangkat desa direalisasikan tahun 2018 mendatang” pungkasnya. (Pur)

post-top-smn

Baca berita terkait