Friday, 18 September 2020

Trenggalek Canangkan Gerakan Pemberantasan Nyamuk DBD

post-top-smn
Penyerahan alat dan obat untuk pemberantasan sarang nyamuk

Penyerahan alat dan obat untuk pemberantasan sarang nyamuk

Trenggalek, SMN – Untuk menggiatkan kegiatan 3M (Menguras, Menutup dan Mengubur) di masyarakat dalam mencegah berkembangnya nyamuk Aedes Aegypti dan akhirnya dapat mencegah penyakit Demam Berdarah serta Chikungunya. Jum’at 29 Januari bertempat di Lapangan Desa Rejowinangun Kec. Trenggalek telah diselenggarakan Kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk Kecamatan Trenggalek Tahun 2016.

Dalam kegiatan pemberantasan tersebut dihadiri oleh Drs. Ali Mustofa M.Si Sekretaris Daerah Trenggalek, Kepala SKPD Terkait, dan Camat Trenggalek beserta Para Kepala Desa Se Kecamatan Trenggalek. Kegiatan ini dimulai dengan apel pencananangan gerakan serentak pemberantasan nyamuk yang diikuti para siswa-siswi SMP dan SMA se Kecamatan Trenggalek serta tokoh masyarakat.

Pada kesempatan ini, Drs. Budianto Camat Trenggalek dalam laporannya menyampaikan pencanangan gerakan pemberantasan nyamuk dengan melibatkan siswa-siswi se Kecamatan Trenggalek tersebut merupakan strategi nyata dalam mencegah peningkatan kasus demam berdarah (DBD) sejak dini. “Kasus demam berdarah di Kabupaten Trenggalek masih menjadi salah satu penyakit mematikan yang tertinggi sehingga perlu diwaspadai oleh semua pihak, khususnya masyarakat”. Bahwa nyamuk Aedes Aegypti merupakan jenis nyamuk yang membawa Virus Dengue penyebab penyakit Demam Berdarah, Demam Kuning dan Chikungunya.

Di Kecamatan Trenggalek pada Thun 2015 dan bulan Januari 2016 penderita Demam Berdarah yang opname sebanyak 33 orang, meninggal 1 orang dan lebih dari 50 orang yang rawat jalan mengingat keganasan penyakit demam berdarah, masyarakat harus mampu mengenali dan mengetahui cara-cara mengendalikan nyamuk jenis ini untuk membantu mengurasi persebaran penyakit demam berdarah. Maka Pemerintah Kecamatan Trenggalek bersama masyarakat perlu memotivasi budaya 3M melalui kegiatan serentak budaya 3M secara serentak di seluruh pelosok dan kelurahan”, ungkapnya.

Sementara itu, Drs. Ali Mustofa M.Si Sekretaris Daerah Trenggal dalam sambutannya mengatakan gerakan serentak pemberantasan sarang nyamuk sangat bermanfaat bagi masyarakat untuk mengatasi berkembangnya demam berdarah. “Pemerintah Kabupaten Trenggalek tentunya sangat mendukung dan berterimakasih atas terselenggarakannya gerakan serentak pemberantasan nyamuk ini. Partisipasi masyarakat sangat kami harapkan, terlebih kita harus melibatkan masyarakat dan masyarakatlah yang lebih banyak melakukan kegiatan di lingkungan masing-masing”. Peranan masyarakat dalam gerakan 3M yakni menguras, menutup, dan mengubur. Jadi jangan sampai ada air yang menggenang karena bisa menjadi sarang nyamuk” ujarnya.

Lebih lanjut, Sekda menyampaikan banyak hal sederhana yang bisa menjadi tempat bertelur dan menetas nyamuk, seperti kamar mandi dan sisa botol, sehingga jika ini dibiarkan saja, nyamuk yang menyebarkan demam berdarah akan tumbuh subur di lingkungan. “Program pemberantasan sarang nyamuk yang murah dan mudah dilaksanakan dikenal dengan 3M yaitu menguras, menutup, mengubur. Untuk itu gerakan 3M harus dilakukan dengan sebaik-baiknya di lingkungan masyarakat”.

Melalui kegiatan gerakan serentak pemberantasan sarang nyamuk ini saya berharap bisa dilakukan secara periodik dan reguler, jangan menunggu kalau sudah ada demam berdarah barudilakukan. Selain itu Dinas Pendidikan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, masyarakat, dan Kecamatan bisa menggalakkan lagi kerja bakti terpadu antara masyarakat, dinas, dan sekolah dengan jadwal.

“Pencegahan dan penanggulangan, dikembangkan model kegiatan yang berbasis masyarakat mandiri. Program ini difokuskan pada upaya maksimal pemberantasan demam berdarah dengue (DBD) oleh setiap warga masyarakat di setiap tempat pemukiman untuk terlibat aktif”, imbuhnya.

post-top-smn

Baca berita terkait