Monday, 21 September 2020

Terkait Dugaan Korupsi ADD, Kades Jeru di Polisikan

post-top-smn
Kantor Desa Jeru yang tidak ada papan nama

Kantor Desa Jeru yang tidak ada papan nama

Malang, SMN – Menindak lanjuti pemberitaan pada edisi 231di surat kabar nasional (SKU) Suara Media Nasioal yang lalu dengan judul “Kades Jeru Diduga Selewengkan Anggaran Dana Desa”, akhirnya di polisikan. Dari hasil investigasi tim dan konfirmasi terhadap narasumber ada 3 titik pembangunan yang tidak dikerjakan/ fiktif. Ketiga pos anggaran  pembangunan ini diterima langsung oleh kepala desa Jeru Edin Krisbintoro dalam bentuk kwitansi.

Menurut narasumber yang tidak mau di korankan namanya mengatakan anggaran tersebut dibuktikan dengan kwitansi disitu menyebutkan terima dari kepala desa sebesar Rp 4 juta untuk pembayaran bantuan pembangunan papan nama kantor desa. Dan yang menerima adalah Edin krisbintoro yang juga menjabat kepala desa.mengetahui kepala desa Jeru, disetujui bendahara desa dan lunas dibayar PTPKD desa Jeru.

“Pada pos anggaran kedua juga menyebutkan hal yang sama dalam bentuk kwitansi, namum besaran anggaran yang diterima oleh kepala desa adalah Rp 5 juta untuk bantuan oprasional pembangunan pengembangan dekerisasi. Dan pada pos anggaran yang ke tiga, besar anggaran yang diterima oleh kepala desa adalah Rp 5.610.000. jadi total anggaran yang diterima kepala desa sebanyak Rp 14.610.000″, jelas narasumber pada wartawan.

Mengenai laporan pertanggung jawaban (LPJ) sudah jelas semua, tetapi tiga pos tersebut tidak ada pekerjaannya sama sekali. “Silahkan di cek di lapangan”, ungkapnya. Untuk ketiga pos itu ada laporannya dalam bentuk tanda terima, namun tidak disertai dengan pendukung pelaksanaan karena memang tidak dilaksanakan.kalau saya sertakan bentuk pelaksanaan pekerjaan berarti saya ikut membantu kejahatan yang dilakukan kepala desa.

Terpisah Kepala Desa Jeru Edin Krisbintoro saat dikonfirmasi menyangkal semua yang dituduhkan kepadanya. “Itu tidak benar dan tidak mungkin saya melakukan itu, mungkin ini hanya kelakuan orang yang tidak suka kepada saya. silahkan lihat dan bandingkan dulu dan sekarang, sejak saya menjabat kepala desa banyak pembangunan infrastruktur yang telah saya bangun”, jelasnya.

Sekarang kasus dugaan korupsi oleh oknum kepala desa Jeru kecamatan Turen sudah dilaporkan ke Polres Malang oleh Persatuan Wartawan Republik Indoneaia (PWRI) DPC Malang Raya dengan nomor aduan 04/DPC.PWRI/IV/2016. perlu diketahui sebelumnya sudah mau dilaporkan oleh masyarakat desa jeru namun ditunda.

Berdasarkan laporan tertulis yang dilayangkan ke Polres Malang Ketua DPC PWRI Malang Raya Yopi mengatakan akan kita kawal kasus ini hingga jelas permasalahannya dan masyarakat bisa tahu perkembangannya sampai dimana hasil dari laporan yang kita adukan.untuk itu atas nama organisasi meminta rekan rekan  media agar mengikuti perkembangan kasus ini dengan memberikan informasi melalui pemberitaan di medianya masing masing.jangan sampai kasus ini tidak ada kejelasannya. (tim)

post-top-smn

Baca berita terkait