Tuesday, 27 October 2020

Tambang Batu Tambong Merupakan Aset Banyuwangi

post-top-smn
Lokasi Pertambangan Batu Tambong, Kecamatan Kabat, Banyuwangi

Lokasi Pertambangan Batu Tambong, Kecamatan Kabat, Banyuwangi

Banyuwangi, SMN – Desa Tambong, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi memiliki luas wilayah kurang lebih hingga 576.200 hektar, dengan didukung hasil perkebunan yang memiliki luas sekitar 30,48 persen dan keberadaan lahan pertanian seluas 30,47 persennya dinilai memiliki aset pertambangan batu yang relatif besar.

Keberadaan akan potensi Sumber Daya Alam (SDA) bebatuan yang melimpah ruah, secara tidak langsung menjadikan Desa Tambong sebagai icon utama yang bersinergi dengan perkembangan pembangunan khususnya di wilayah Kabupaten Banyuwangi.

Desa Tambong terbagi atas 3 dusun, diantaranya Dusun Krajan, Kejoyo, Kebonsari dan terbagi menjadi 26 RT dan 10 RW dengan jumlah kepadatan penduduk sebanyak 3.363 jiwa tergabung kuranglebih 1.141 Kepala Keluarga (KK).

Realita yang ada dilihat dari tahun ketahun mengenai kegiatan pertambangan batu di Desa Tambong sudah dilakukan oleh sebagian warga masyarakat disana secara turun temurun untuk menopang kesejahteraan mereka. Namun, awal dari pekerjaan tambang batu tersebut dilakukan dengan cara manual bermodalkan palu besar sebagai alat penumbuk / hanya berfungsi sebagai pemecah batu.

Pekerjaan yang sangat berat dan penuh resiko tersebut hingga saat ini masih digelutinya. Seiring perkembangan zaman, alat – alat berat sebagai mesin doser peruntuh batu mulai memadati sejumlah lokasi pertambangan. Sehingga, berdampak sedikit meringankan pekerjan mereka walaupun secara langsung menjadi kompetitor mereka. Nampak jelas terlihat bila kita mengelilinggi sejumlah titik wilayah pertambangan, mayoritas wilayah Desa Tambong dikelilingi sederetan gumuk batu dan mengakar memadati wilayah Tambong.

Pantauan SMN ketika melihat secara langsung berada disejumlah titik lokasi wilayah pertambangan, mengenai pekerja tambang batu disana mayoritas hampir seluruhnya warga Desa tambong. Begitupula, sederet puluhan gumuk batu yang ada di Tambong masih terlihat utuh berada diatas puluhan hektar lahan yang masih belum dilakukan aktifitas pertambangannya.

Sehingga, bisa kita ambil kesimpulan bahwa potensi lahan batu di Desa Tambong yang melimpah ruah ini merupakan bagian dari sektor pendukung bagi siklus adanya pembangunan dan roda perekonomian di Kabupaten Banyuwangi. Dan, hal ini sebagai ekonomi penggerak kesejahteraan bagi masyarakat yang berorientasi pada peningkatan perekonomian masyarakat.

Seperti disampaikan Kepala Desa (Kades) Tambong, Didik Budi Hartono ketika dikonfirmasi beberapa waktu lalu mengemukakan, bahwa sebagian besar pekerjaan masyarakat yang ada di desanya sebagai buruh tani dan pertambangan. oleh karena itu, potensi alam yang melimpah ruah ini perlu dukungan semua pihak khususnya Pemerintah Kabupaten, DPRD dan instansi terkait untuk merelisasikan tata aturan yang baku dan jelas dalam melakukan pengelolaan aset tersebut.

Begitupula diungkapkan, Ketua Distrik Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Kabupaten Banyuwangi, Setyo SH mengungkapkan bahwa semua kegiatan pertambangan batu, pasir dan sejenisnya perlu dilakukan kajian yang open management dan aturan perundang – undangannya harus jelas sehingga kontribusi ke Pemerintah yang berorientasi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) benar – benar bermanfaat secara maksimal. Hal itu dilakukan agar supaya terhindar dari adanya ke aneka ragaman pungli, sehingga fungsi DPRD Banyuwangi dalam mengatur PERDA harus jelas demi terciptanya kesejahteraan masyarakat.(Edhi)

post-top-smn

Baca berita terkait