Tuesday, 24 November 2020

Tahun Depan, Pemerintah Bangun Jaringan Gas di 17 Daerah di Indonesia

post-top-smn
Ilustrasi.

Ilustrasi.

Surabaya, SMN – Pemerintah menargetkan tahun depan, 17 kabupaten/kota di Indonesia akan dibangun jaringan gas, guna mencapai target pembangunan 300.000 sambungan gas pada 2019.

Direktur Perencanaan dan Pembangunan Migas Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Alimuddin Baso, dalam rilisnya beberapa waktu lalu menyampaikan, pada 2018, pemerintah membangun sekitar 122.000 Sambungan Rumah (SR).

“Jumlahnya kemungkinan akan bertambah kalau dana-dana penggunaan tangki BBM tidak diterpakai kita akan menambah,” katanya.

Sebanyak 17 kabupaten/kota yang akan dibangun jaringan gas yaitu Kota Semarang (8.000 SR), Kota Blora (6.500 SR), Kabupaten Sorong (7.000 SR), Kota Balikpapan (17.000 SR), Kota Probolinggo (8.000 SR), Prabumulih (4.800 SR), Kota Sorong (4.500 SR), Kabupaten Bekasi (5.000 SR), Kabupaten Pasuruan (8.000 SR), Kota Bontang (8.000 SR).

Selanjutnya Kabupaten Deli Serdang (6.000 SR), Kota Bogor (10.000 SR), Kabupaten Tuban (SR), Kota Medan (6.996 SR), Kabupaten Sidoarjo (12.000 SR), Kota Samarinda (5.000 SR) dan Kota Tarakan (5.000 SR).

“Pembangunan ini bentuk konkret dari masyarakat mendapatkan akses energi dan pengejewantahan nawa cita Jokowi, kami mengharapkan seluruh kegiatan menjadi komitmen bersama antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah,” ungkapnya.

Program konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG), lanjut Ali bertujuan mengendalikan subsidi BBM sehingga mengurangi beban fiskal negara, mengurangi beban biaya bahan bakar, serta menjadi bagian dari bauran energi.

Jaringan gas didorong untuk menjadi program pemerintahan yang strategis. “Jaringan gas mungkin dari sisi alokasi yang digunakan sangat kecil, tetapi punya impact sangat besar di masyarakat,” tuturnya. (hjr/kom)

post-top-smn

Baca berita terkait