Monday, 21 September 2020

Tahun 2017 Pemprov Siapkan Rp. 50 Miliar untuk Tangani Banjir Sampang

post-top-smn
Wakil Gubernur Provinsi Jatim Beserta Kapolres dan Dandim Meninjau Langsung Tempat Lokasi Yang Terkena Banjir Bandang Di Daerah Sampang Madura

Wakil Gubernur Provinsi Jatim Beserta Kapolres dan Dandim Meninjau Langsung Tempat Lokasi Yang Terkena Banjir Bandang Di Daerah Sampang Madura

Surabaya, SMN – Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan DPRD Jatim telah sepakat menyiapkan anggaran RP. 50 miliar untuk membangun sudetan dan rumah pompa guna mengatasi banjir di Kabupaten Sampang.

Kabar gembira itu disampaikan Wakil Gubernur Jatim, Drs. H. Saifullah Yusuf saat meninjau banjir di Kabupaten Sampang, Rabu (12/10) dini hari.

Gus Ipul, sapaan akrabnya mengatakan, bencana banjir yang rutin setiap tahun melanda Kabupaten Sampang harus dicarikan solusinya. Pasalnya, dari tahun ke tahun banjir di Sampang durasinya makin sering dan surutnya makin lama. Karena itu diperlukan percepatan dan langkah simultan untuk mengatasinya.

“Jika tidak segera dicarikan solusi, lama-lama Sampang bisa tenggelam. Alhamdulillah tadi pagi saat resepsi Hari Ulang Tahun Provinsi Jatim, Pak Gubernur dan DPRD Jatim telah sepakat menganggarkan Rp. 50 miliar sebagai langkah awal untuk mengatasi banjir di Sampang” katanya.

Menurut Gus Ipul, penanganan banjir di Sampang membutuhkan biaya sebesar Rp. 500 miliar. Diantaranya untuk membangun pintu klep, tanggul, rumah pompa, dan sudetan. Tahun kemarin kami mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk menganggarkan APBN Rp. 200 miliar untuk mengatasi banjir di Sampang namun tidak terealisasi. Tahun ini pun kami sudah mengusulkan Rp. 500 miliar kepada pemerintah pusat, tapi daripada tunggu menunggu, akhirnya Pak Gubernur mengawalinya dengan anggaran Rp. 50 miliar” katanya.

Gus Ipul berharap, dengan dikucurkannya anggaran Rp. 50 miliar tersebut membuat pemerintah pusat juga ikut mengucurkan dana APBN untuk mengatasi banijr di Sampang.

“Ini bukti keseriusan kami, terus terang kami capek tiap tahun begini-begini terus. Setiap banjir kita bersama pemerintah pusat gruduk-gruduk datang, lalu rapat dan meninjau lokasi. Tapi anggaran untuk mengatasi banjir tidak ada, saya sampai malu. Karena itu, tahun depan kami awali dengan Rp. 50 miliar. Semoga ini mengetuk pemerintah pusat, khususnya BNPB, Kementerian PU Pengairan, dan BPWS untuk menyetujui permohonan APBN Rp. 500 miliar untuk mengatasi banjir di Sampang” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kab. Sampang, Puthut Budi Santoso mengatakan, pihaknya beserta masyarakat Sampang menyambut gembira dikucurkannya anggaran Rp. 50 miliar dari Pemprov Jatim. Pasalnya, dengan dibangunnya pompa air dan sudetan akan berdampak positif bagi percepatan penanganan banjir di Sampang.

Wakil Gubernur Prov Jatim Di Dampingi Oleh Wabup Sampang Kapolres, dan Dandim Berdialog Hangat Dengan Warga Setempat  Yang Terkena Banjir Di Lokasi Sampang

Wakil Gubernur Prov Jatim Di Dampingi Oleh Wabup Sampang Kapolres, dan Dandim Berdialog Hangat Dengan Warga Setempat yang Terkena Banjir Di Lokasi Sampang

“Penyebab utama banjir adalah turunnya air hujan yg melebihi kapasitas dan kemampuan menahan air dr sungai yang mulai mengecil karena pendangkalan. Kami menyambut gembira bahwa tahun depan mendapat bantuan Rp. 50 miliar dari Pemprov dan kami siap untuk bersama-sama memperjuangkan usulan APBN Rp. 500 miliar ke pemerintah pusat” katanya.

Menurutnya, saat ini sekitar 30-40% masyarakat Sampang yang terdampak banjir masih bertahan di pinggir jalan. Pasalnya, air surutnya masih belum sempurna. Berdasarkann data, terdapat 27.124 jiwa dan 6.874 KK yang berada di Desa/Kelurahan lokasi terdampak banjir. Diantaranya, Desa Tanggumong, Kamoning, Pengelen, Pasean, Panggung, Gunung Madah, Banyuma, Kelurahan Gunung Sekar, Rong Tengah, Karang Dalem, dan Dalpenang.

Pemkab Sampang telah melakukan langkah-langkah penanganan guna membantu masyarakat, seperti pembentukan posko terpadu (lokasi pendopo dan perempatan Toko Laris), pembentukan posko kesehatan (pendopo Kab. Sampang), evakuasi korban oleh Polres, TNI, BPBD, Relawan lokal, PMI dan Tagana, membentuk dapur umum di 6 titik (Jl. Semeru, Jl. Suhadak, Jl. Imam Bonjol, Rumah Pak Sukarjo Jl. Suhadak Gg. 3, PMI, dan Desa Pasean), serta distribusi logistik sejumlah 9.000.(*)

post-top-smn

Baca berita terkait