Sunday, 29 November 2020

Subsidi Listrik 900 VA Dicabut, Warga Jerit

post-top-smn

IMG-20170418-WA0072

Lumajang, SMN – Pencabutan subsidi listrik 900 VA membuat beberapa warga mengeluh, seperti yang dikeluhkan Rochimawati, warga jalan Wahid Hasyim Kelurahan Tompokersan Kecamatan Lumajang ini.

Rochimawati mengeluhkan dikarenakan adanya penaikan tarif dasar listrik (TDL) mulai Maret 2017 lalu.

“Saya merasakan saat pembelian pulsa listrik alias token. Masak per Januari lalu listrik kan sudah naik, kenapa kini dinaikan lagi oleh perusahaan listrik Negara (PLN). Yang harusnya Negara melindungi rakyatnya, ini malah menekan rakyatnya,” keluhnya saat dimintai keterangan wartawan, tadi pagi.

Di rumahnya, kata Rochimawati menggunakan daya 900 VA, dan yang biasanya isi pulsa listrik yang Rp100 ribu mendapatkan daya sebesar 161 kWh, tapi sejak ada kenaikan TDL cuma dapat dibawah itu. Bahkan pada kenaikan per Maret kemarin malah cuma mendapatkan daya sebesar  88 kWh saja.

Dia mengatakan, meteran listrik yang terpasang di rumahnya berdaya 900 watt dengan sistem prabayar sudah beberapa tahun lalu.

“Memang sudah dua kali ini ada penaikan harga per kwh dari pembelian token. Awal mula kami pakai meteran listrik prabayar ini beli token listrik Rp100 ribu, sebelum tahun 2017 dapatnya lebih dari 161 kWh, tapi sekarang hanya dapat 88 kWh saja, dan itu tidak cukup untuk keluarga kami,” ungkapnya.

Bahkan dia menambahkan, kalau pulsa listrik atau token Rp 100 ribu atau 88 kWh itu hanya bisa bisa bertahan selama 7-10 hari.

“Dan untuk kebutuhan setiap bulannya, kami harus merogoh kocek sekitar Rp 300 ribu atau bisa lebih,” tambahnya.

Untuk sekedar diketahui masyarakat umum, bahwa tarif subsidi pelanggan rumah tangga mampu 900 VA dikenakan tarif keekonomian secara bertahap. Kenaikan tarif dilakukan setiap dua bulan sekali yakni 1 Januari 2017, 1 Maret 2017, dan 1 Mei 2017.

Dengan skenario tersebut, maka secara bertahap tarif pelanggan rumah tangga mampu 900 VA akan mengalami kenaikan dari Rp 605 menjadi Rp 791 per 1 Januari 2017, Rp 1.034 mulai 1 Maret 2017, dan Rp 1.352/kWh per 1 Mei 2017.

Dan sampai berita ini ditayangkan, pihak PLN belum menjawab konfirmasi awak media terkait hal tersebut. (atk)

post-top-smn

Baca berita terkait