Friday, 25 September 2020

Sosialisasi program Tax amnesti pajak di Hotel Crown Tulungagung

post-top-smn
Bupati Tulungagung Syahri Mulyo, SE, M.Si saat menghadiri sosialisasi program tax amnesti pajak di Hotel Crown Tulungagung

Bupati Tulungagung Syahri Mulyo, SE, M.Si saat menghadiri sosialisasi program tax amnesti pajak di Hotel Crown Tulungagung

 

Tulungagung, SMN – Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur menyelenggarakan sosialisasi program Tax amnesti pajak di Hotel Crown Tulungagung, Selasa, (23/08/2016). Kegiatan ini di hadiri Bupati Syahri Mulyo, SE., M.Si dan unsur Forkopimda serta kepala SKPD Pemkab Tulungagung. Dalam sambutan Bupati, Syahri Mulyo, menyampaikan bahwa program tersebut menjadi kesempatan berharga, karena tidak akan ditawarkan lagi pada masa yang akan datang. Sedangkan program ini hanya berlaku hingga 31 Maret 2017 mendatang. Menurut Bupati, Pemerintah telah memberikan kesempatan bagi semua wajib pajak, dari seluruh kalangan maupun pengusaha.

“ Keuntunganya iyalah, jika para karyawan dan pengusaha mengikuti program ini akan mendapatkan penghapusan pajak, padahal seharusnya menjadi tanggungan hutang, selain itu tidak dikenakan sangsi adminitrasi perpajakan, dan sangsi pidana bidang perpajakan, sehingga tidak memberatkan,” Ungkap Bupati. Selain itu, Bupati juga berpesan kepada Pengusaha lokal yang berlokasi di Tulungagung, bahwa kebijakan amnesty atau pengampunan pajak tersebut dapat berdampak baik kepada peserta pajak itu sendiri namun juga akan berdampak laju pertumbuhan ekonomi yang semakin bembaik.

“Payung hukumnya pun sudah jelas, karena sudah tertuang dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2016 tentang pengampunan pajak, untuk itu para peserta wajib pajak tidak perlu ragu dalam program Amnesti Pajak tersebut,” Cetus Bupati. Dalam hal ini, Bupati meminta kepada seluruh peserta Penyuluhan Amnesti Pajak, hendaknya mengikuti dengan penuh kesungguhan dan dapat memanfaatkan Program Amnesti Pajak ini.

Kepala KPP Pratama Tulungagung I Ketut Jelantik mengaku tidak mematok target khusus dalam pelaksanaan program tax amnesti di wilayah tugasnya, Tulungagung dan Trenggalek. Ia beralasan, program tax amnesti bersifat “self assesment”, yakni kemauan para wajib pajak baik yang sudah terdaftar ataupun belum untuk mengungkap secara jujur harta yang dimiliki. “Harapan kami ya tentu kesempatan ini dimanfaatkan. Karena program ini kan seperti ‘durian runtuh dari atas’, kapan lagi ada,” ujarnya. (hms/adv/yas)

post-top-smn

Baca berita terkait