Sunday, 27 September 2020

Setara ASEAN, AUN-QA Kembali Vitisasi Empat Jurusan di ITS

post-top-smn

its Surabaya, SMN – ASEAN University Network Quality Assessment (AUN-QA) melakukan visitasi pada empat jurusan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya di antaranya jurusan Teknik Sipil, Teknik Kimia, Teknik Elektro, dan Kimia. Tahun lalu, empat jurusan di ITS juga telah lulus assessment dari AUN-QA.

Rektor ITS, Prof Joni Hermana mengatakan kunjungan tim asesor AUN-QA tak jauh berbeda dengan kunjungan sebelumnya. Joni berharap hasil yang diperoleh dari visitasi kali ini lebih baik dari empat jurusan yang telah tersertifikasi, yaitu jurusan Teknik Industri, Teknik Lingkungan, Statistika, dan Teknik Informatika.

“Kita sudah dibekali dengan pengalaman dan rekomendasi dari kunjungan sebelumnya, jadi saya berharap kali ini nilainya bisa lebih baik lagi,” tutur Joni saat ditemui usai penyambutan tim assesor AUN-QA di Gedung Rektorat ITS, Selasa (13/9).

Joni menegaskan bahwa assessment AUN-QA sangat penting bagi ITS, mengingat era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang telah bergulir hampir satu tahun. ITS dituntut untuk memastikan bahwa kualitas pendidikanya sama dengan universitas terbaik di seluruh ASEAN. “Dengan adanya penilaian AUN-QA, lulusan ITS pun akan diakui kualitasnya setara dengan lulusan universitas terbaik di kawasan ASEAN,” jelasnya.

Menurut Joni, assessment AUN-QA juga memberikan kesempatan bagi ITS untuk terus memperbaiki kualitas proses pendidikan di ITS. “Tim Assesor AUN-QA akan memberi ITS banyak masukan, sehingga kami juga bisa melakukan evaluasi sesuai dengan perspektif mereka sebagai masyarakat internasional,” tutur guru besar jurusan Teknik Lingkungan ITS ini.

Joni menambahkan bahwa kampusnya akan terus berupaya membuktikan bahwa ITS layak bersaing di dunia internasional. Secara bertahap, ITS akan membuat seluruh jurusannya terakreditasi internasional, tak hanya di tingkat nasional maupun ASEAN. Setelah AUN-QA dan Accreditation Board for Engineering and Technology (ABET) dari AS, Joni mengaku ITS kini sedang mempersiapkan beberapa jurusan untuk diakreditasi oleh badan akreditasi dari Jerman dan Inggris.

Akreditasi internasional, kata Joni, merupakan salah satu upaya internasionalisasi. Sebab, ITS akan lebih mudah menjalin kerjasama dengan universitas di luar negeri. Kerjasama tersebut dapat berupa program joint degree, kolaborasi riset, sandwich program, hingga mobilitas dosen dan mahasiswa. “Kami juga berharap ini bisa menarik minat lebih banyak mahasiswa internasional untuk kuliah di ITS,” ujarnya.

Tim Assesor AUN-QA terdiri atas beberapa peninjau dari masing-masing bidang studi yang akan dinilai. Mereka adalah Prof Shahrir Abdullah, Robert Roleda Assoc, Prof  Kunyada Anuwong Srinakharinwirot, Mur Dao Phong Lam Assoc, Prof Evangeline P Bautista Assoc, Prof Dr Rachana Santiyanont, Prof  Wan Ahmad Kamil Mahmood, Alyssa Peleo Alempay. Tim Assessor ini dipimpin langsung oleh AUN Deputy Executive Director, Choltis Dhirathiti.

Choltis mengatakan bahwa kedatangan timnya dilakukan setelah mereka mempelajari laporan penilaian yang telah diserahkan ITS sebelumnya. Saat proes visitasi, timnya akan fokus melakukan wawancara dan dokumentasi. “Ini yang disebut triangulation of information, di mana kami melakukan crosscheck informasi dari dokumen, wawancara, dan laporan penilaian,” jelas pria asal Thailand ini.

Wawancara akan dilakukan kepada seluruh stakeholder jurusan, mulai dari rektor, pejabat fungsional jurusan, mahasiswa, alumni, dosen, karyawan, hingga perusahaan pemakai jasa lulusan jurusan tersebut. “Karena mereka pasti memiliki pandangan masing-masing tentang kondisi terkini jurusan yang bersangkutan. Bahkan bisa saja mereka turut memberi kami saran,” ujar Choltis.

Tim asesor AUN-QA melakukan visitasi selama tiga hari, 13 – 15 September.AUN merupakan asosiasi universitas-universitas berkualitas internasional di kawasan ASEAN. Sertifikasi AUN-QA merupakan upaya untuk menyetarakan kualitas pendidikan di wilayah ASEAN.

ITS mulai mendaftar di AUN pada 2013 lalu dan berhasil menjadi associate member pada 2014. Dengan menjadi associate member, jurusan-jurusan di ITS akhirnya mendapat kesempatan untuk dinilai langsung oleh AUN-QA agar mendapat pengakuan kualitasnya di tingkat ASEAN.(luk/kom_jtm)

post-top-smn

Baca berita terkait