Saturday, 31 October 2020

Sertifikat Milik Peternak Sapi Perah Terancam Dilelang

post-top-smn
Kantor KUD yang menjadi tempat penampungan Hasil perolehan susu sapi perah dari Peternak Mangkrak Tak Terurus. Begitupula dengan keberadaan 1 Unit Truk sebagai alat angkut susu dibiarkan mangkrak oleh Pengurus Koperasi.

Kantor KUD yang menjadi tempat penampungan Hasil perolehan susu sapi perah dari Peternak Mangkrak Tak Terurus. Begitupula dengan keberadaan 1 Unit Truk sebagai alat angkut susu dibiarkan mangkrak oleh Pengurus Koperasi.

“Dampak dari Kolaps – nya Program yang digembar – gemborkan Bupati Anas Bisa Menyejahterakan Perekonomian Masyarakat”

Banyuwangi, SMN – Program yang menjadi unggulan dalam pengelolaan ternak sapi perah di Kecamatan Licin, Banyuwangi kini ibarat telor diujung tanduk. Karena, sejumlah sertifikat yang menjadi agunan dan jaminan di Bank Jatim Banyuwangi milik sejumlah peternak yang tergabung di 4 (empat) kelompok terancam dilelang.

Seperti diketahui, seluruh peternak sapi perah yang bertempat tinggal di Kecamatan Licin dan Kecamatan Glagah yang tergabung dalam 4 kelompok ternak mendapatkan kucuran dana segar sebesar Rp 6 miliar terbagi ke 4 kelompok tersebut. Hal itupun masih ada biaya tambahan sehingga semua peternak dengan terpaksa mengikuti semua aturan yang sudah menjadi kesepakatan bersama kelompok masing – masing.

Dalam mendapatkan bantuan dana tidaklah mudah, karena warga masyarakat yang menjadi anggota memberikan sebuah jaminan dalam bentuk sertifikat yang nantinya akan direalisasikan berbentuk sapi terhitung dari luas kepemilikan sertifikat anggota.

Seperti yang telah diungkapkan oleh Ketua Kelompok Sapi Perah Andini Mulyo, Murdoko mengatakan, saat awal realisasi semua anggota kelompok oleh Bank Jatim tidak perah mengetahui uang tunai nya. Karena, disaat realisasi semua anggota yang tercatat secara langsung diberi hewan ternak sesuai dengan jumlah yang diajukan pada masing – masing orang.

“Setelah berjalan beberapa bulan, mulai ada muncul persoalan yang mana dari hasil produksi susu sapi perah tidak bisa maksimal dan tidak lagi sesuai dengan sosialisasi awal sebelum program ternak sapi perah diluncurkan. Kolaps – nya peternak sapi perah rata – rata dikarenakan dari hasil produksi yang didapat tidak maksimal sehingga lebih besar biaya untuk pakan dan biaya operasionalnya yang tinggi hingga peternak sapi perah tidak mendapatkan pengahsilan yang layak. Bahkan, minus hingga ternak sapinya ada yang terjual dan sebagian milik anggota ada yang mengalami kematian,” Bebernya.

Menurutnya, Terhitung sejak tanggal 10 April 2015 lalu sebetulnya pihak Bank Jatim telah mengirimkan surat ke pihak Balai Lelang Tunjungan (Balangan) yang berkantor di Jalan Basuki Rachmat Surabaya. Mengajukan surat bernomor 053/ 837/ PKB/ Bw untuk pelaksanaan lelang eksekusi hak tanggungan menunjuk perjanjian kredit atas nama kelompok sapi perah Andini Mulyo dengan plafont kredit sebesar Rp 1.491.791.000,-  dengan jangka waktu kredit hingga tanggal 06 maret 2018.

“Yang mendapatkan surat pemberitahuan lelang tidak hanya dari kelompok ternak Andini Mulyo saja. Melainkan, ketiga kelompok ternak sapi lainnya juga mengalami hal yang sama. Maka dari itu kini masih dalam tahapan proses untuk mengajukan keringanan akibat dari bangkrutnya usaha sapi perah ini dan kita masih menunggu jawaban pasti dari Pemkab dan Bank Jatim untuk mencarikan solusi atas semua persoalan yang dialami peternak sapi perah,” Katanya.(Edhi)

post-top-smn

Baca berita terkait