Saturday, 26 September 2020

Sekretariat Timpora Kediri Siap Bekerja

post-top-smn
Penandatanganan berita acara peresmian Sekretariat TimPORA Kediri

Penandatanganan berita acara peresmian Sekretariat TimPORA Kediri

Kediri, SMN – Diberlakukannya Perpres no 21 tahun 2016 tentang bebas visa bagi warga asing ke Indonesia, mengharuskan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi melakukan pengetatan pengawasan terhadap orang asing. Oleh karena itu, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H. Laoly mengukuhkan anggota, serta meresmikan Sekretariat Tim Pengawasan Orang Asing (Tim PORA) pada 8 April 2016 silam di Gedung Imigrasi, Jakarta.

Pembentukan Sekretariat Tim PORA di tingkat pusat diikuti pula dengan pembentukan Tim PORA di tingkat daerah. Selasa (6/9) Sekretariat Tim PORA Kediri wilayah kerja Kantor Imigrasi kelas III Kediri yang berlokasi di Jalan Ir. Sutami No 16 Kediri, diresmikan.  Peresmian dilakukan oleh Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Jatim an. Kabid Inteldak dan Sarana Komunikasi Keimigrasian Med Evawadi  dengan penanggung jawab Kepala Kantor Imigrasi kelas III Kediri Tri Sasongko T. Sas Karna Djaja, serta disaksikan oleh Wabup Kediri Masykuri dan Sekkota Kediri Budwi Sunu Hernaning Sulistyo.

Sekretariat Tim PORA Kediri akan bekerja diwilayah Kantor Imigrasi kelas III Kediri yaitu Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Nganjuk dan Jombang. Total warga negara asing yang terdata pada kantor Imigrasi kelas III Kediri ada 991 orang. Mereka terkategori pada tenaga kerja asing, pelajar dan keluarga. Mereka  tersebar di beberapa wilayah antara lain Kab Jombang ada 106 orang, Kab Nganjuk  ada 69 orang, Kab Kediri ada 204 orang dan Kota Kediri ada 612 orang.

Syukuran tumpeng atas terbentuknya Sekretariat Tim PORA Kediri

Syukuran tumpeng atas terbentuknya Sekretariat Tim PORA Kediri

Wabup Masykuri menyatakan bahwa terdapat potensi ekses negatif dari kemudahan perlintasan manusia. Sikap waspada dan pengawasan terhadap warga asing  patut kita lakukan bersama untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti penyalahgunaan izin tinggal, terorisme, narkoba, cyber crime, human trafficking, dsb. “Kita harus menerima warga asing dengan santun, tapi kewaspadaan harus ditingkatkan. hal ini untuk mengeliminir pelanggaran keimigrasian, baik secara administrasi, maupun pelanggaran hukum lainnya”, ungkapnya.

Dibutuhkan kerjasama dari berbagai pihak untuk melakukan tanggung jawab pengawasan orang asing ini. Med Evawadi yakin pembentukan Tim PORA merupakan langkah yang tepat untuk meningkatkan sinergitas diantara berbagai instansi pemerintah dalam hal pengawasan orang asing. “Sinergitas ini akan tercapai jika masing-masing instansi aktif mengambil peran dalam kegiatan pengawasan orang asing yang disesuaikan dengan tugas dan fungsi pokok masing-masing”, tegasnya.

Masykuri berharap sinergitas yang terjalin antara instansi yang tergabung dalam sekretariat Tim PORA ini mampu menjadi tameng untuk mencegah pelanggaran hukum sedini mungkin, yang ditimbulkan oleh warga Negara asing. “Semoga Sekretariat Tim PORA mampu menjadi rumah bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pengawasan orang asing untuk setiap waktu berkoordinasi, bertukar pikiran, dan berbagi informasi, guna memecahkan berbagai masalah yang terkait dengan keberadaan orang asing di wilayah”, harapnya.(hms/adv/kan)

post-top-smn

Baca berita terkait