Wednesday, 21 October 2020

Seblang Melegenda Sejak tahun 1769 Silam, Ternyata Kurang Mendapatkan Perhatian Pemkab

post-top-smn
Tokoh Adat Seblang Bakungan, Kecamatan Glagah.

Tokoh Adat Seblang Bakungan, Kecamatan Glagah.

Banyuwangi, SMN – Keberagaman seni budaya di Kabupaten Banyuwangi dinilai sangat kompleks, namun realita yang ada masih kurang mendapatkan perhatian serius oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dalam melestarikan tradisi budaya yang sudah dilaksanakan turun temurun. Salahsatunya, seblang Bakungan yang sudah melegenda di tahun 1769 hingga saat ini ternyata masih belum memiliki fasilitas dan sarana prasarana yang memadai.

Diungkapkan Ketua Tokoh Adat Seblang Bakungan, Jumanto mengaku masih belum memiliki sarana prasarana yang lengkap mulai fasilitas atribut dan pakaian khas yang digunakan oleh penari seblang mulai dari omprok hingga perlengkapan pakaian lainnya. Begitu pula, sejumlah alat – alat perangkat gamelan untuk tampil disaat agenda acara tradisi tahunan yang dilaksanakan setiap tahun tanggal 15 disaat purnama belum dimilikinya.

“Pada tahun ini merupakan tahun ketiga persiapan kedepan untuk prosesi acara seblang bakungan dilaksanakan. Terkait semua atribut dan sarana prasarana kita optimalkan kedepan agar supaya bisa memiliki sendiri. Karena, seblang bakungan merupakan sebuah tradisi menjadi agenda tahunan yang rutin dilaksanakan sebagai bentuk pelestarian budaya. Sehingga, kita sangat membutuhkan dukungan semua pihak untuk peduli akan pelestarian budaya ini agar tidak punah,” Harapnya.

Begitupula disampaikan Pawang Seblang, Ruslan (86) warga Lingkungan Karangasem, Kelurahan Bakungan juga menyampaikan bahwa seblang bakungan ini sempat mengalami masa transisi sekitar tahun 1942 tidak ada kegiatan budaya. Namun, di tahun 1967 mulai dihidupkan kembali diera Lurah Ramelan dan masih terus berjalan hingga saat ini.

Selama bertugas sebagai pawang seblang merupakan sebuah amanah. Sehingga, kedepan perlu adanya re-generasi agar supaya bisa terjaga kelestariannya. Mengenai makna dari seblang yang ada dibankungan ini mempunyai inti yang peruntukkannya untuk petani agar terhindar dari segala bentuk musibah “Pagebluk” dan terhindar dari segala bentuk penyakit apapun.

“Diawal, ada prosesi ziarah dan dilanjutkan sebuah agenda selamatan desa. Setelah prosesi itu dilakukan, baru malam nya setelah pukul 19.00 wib dilakukan acara seblang bakungan hingga berakhirnya acara sekitar pukul 24.00 WIB,” Ungkapnya.

Begitupula disampaikan, Suwandi (57) sebagai Peng’udang atau mendampingi seblang didampingi rekannya Nur warga Karangasem juga turut ambil bagian berpasangan sebagai Peng’udang seblang mendampingi hingga berakhirnya acara.

“Seblang bakungan ini bisa dikatakan sakral, karena acaranya dilakukan setahun sekali. Yang menjadi seblang mempunyai syarat tertentu harus sudah menapouse dan saat ini sebagai seblang bakungan bernama Supani bertempat tinggal di Lingkungan Karangente, Kelurahan Sobo,” Teraangnya.(Edhi Prasetyo)

post-top-smn

Baca berita terkait