Saturday, 24 October 2020

Sebanyak 38 Caleg Gugur

post-top-smn

Kesibukan di KPU Ngawi menjelang pengumuman DCS.

Ngawi, SMN – Berbagai syarat dan aturan dalam pencalegan, ternyata membuat sejumlah caleg harus menahan diri maju ke palagan Pemilu. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ngawi menyatakan, ada 38 nama bacaleg yang batal masuk dalam Daftar Caleg Sementara (DCS).
Hal ini juga diungkapkan Toni, sapaan akrab Ketua KPU ini, saat pertemuan bersama parpol di kantor KPU, Jumat (10/8) “Sebagian besar karena tidak melengkapi syarat dan ada pula yang dikarenakan di dapil tersebut partainya tidak bisa mengikuti Pemilu atau hangus,” ungkap Syamsul Wathoni, Ketua KPU Ngawi.
Toni, sapaan akrabnya mengemukakan, ada 30 nama bacaleg yang gugur karena tidak lengkap syarat. Sementara itu ada pula dapil hangus karena di dapil tersebut, parpol tidak bisa mengajukan bacaleg perempuan sesuai persyaratan. “Ini contohnya Partai Berkarya, kurang caleg perempuan sehingga di dapil tersebut hangus, sementara PBB ada caleg perempuan yang diambilkan dari dapil lain, ini tidak boleh,” kata Toni.
DCS sendiri diumumkan KPU pada 12-14 Agustus dan setelah itu KPU menunggu tanggapan dari masyarakat. “Misalnya ada caleg yang masuk DCS kemudian diketahui ijazahnya palsu, atau terkena kasus narkoba, pencabulan anak, terorisme atau kasus korupsi yang sudah berkekuatan hukum tetap, bisa dilaporkan,” ujar Toni.
Metode pelaporan bisa dilakukan melalui KPU yang kemudian akan meneruskannya ke Panwas, atau dilaporkan ke Panwas secara langsung.”Bisa juga yang berhubungan dengan pra syarat, misalnya ada yang terdaftar lebih dari satu parpol dan sebagainya,” katanya.
Pada beberapa kasus pelaporan setelah diumumkannya DCS, KPU akan memanggil partai dan mengkomunikasikan dengan pengurus parpol bersangkutan.(ari)
post-top-smn

Baca berita terkait