Saturday, 28 November 2020

Satpol PP Kab. Pasuruan Telah Berhasil Amankan 12 PSK Prigen-Tretes

post-top-smn

IMG-20170429-WA0001-640x360 Pasuruan, SMN – Demi Memberantas Pristitusi Pelacuran, Satpol PP Kababupaten Pasuruan kembali menggelar Operasi Pekat, Kamis 27-4-2017. Kali ini operasi tersebut dilaksanakan di Wilayah Prigen-Tretes, yang tepatnya di Kawasan Watu Adem dan Pasagrahan dan Watu Adem Prigen-Tretes Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan.

Kini anggota Satpol PP Kabupaten Pasuruan telah berhasil menangkap dan mengamankan 12 Pekerja Seks Komersial (PSK). Dan dari 12 PSK yang berhasil diamankan oleh petugas Satpol PP Kabupaten Pasuruan adalah, 1.Busani (32), 2.Petronila Damayani (33), 3.Hindun J (41), 4.Sari (33), 5.Supriyanti (26), 6.Silvia Nita (28), 7.Retno Rohyani (36), 8.Sri Wahyuningsih (20), 9.Lilis Setiani (20), 10.Ambarwati (31), 11.Rumsilah (22), 12.Siti Mardiyah (21).

Dari 12 PSK yang berhasil diamankan oleh petugas Satpol PP kemudian dari 12 PSK yang suda di data kemudian dibawa ke Pengadilan Negri Bangil untuk menjalani Sidang pada Hari Jumat 28-4-2017 pukul 13.00 WIB.

Kepalah Satpol PP Kabupaten Pasuruan Yudha Triwidya Sasongko menjelaskan, untuk razia kali ini kita lakukan dalam rangka Operasi Pekat rutin, dan 12 PSK yang telah berhasil kami amankan kami akan  memberi pembinaan ataupun sanksi supaya tidak mengulangi perbuatannya, untuk rata-rata para PSK yang berhasil kami amankan wajah baru semua dan usianya masih belia, ” tuturnya.

Dari sisi lain Teguh Laksono selaku Kasi Penyidik menjelaskan, Dari 12 PSK ini akan dikenakan Hukuman percobaan selama  2 Bulan, dan apabila dalam 2 Bulan masih melakukan pekerjaannya sebagai penghibur Laki-laki berhidung belang atau disebut Pekerja Seks Komersial (PSK) lagi, jadi secara otomatis mereka akan menjalani Hukuman kurungan penjara selama 1 Bulan,” jelasnya.

“Lebih lanjut Teguh, Maka dari itu bila hal ini terulang kembali untuk dikemudian hari yang kami tangkap sama dan sesuai nama-nama yang kami data kami akan bertindak secara tegas sesuai pasal yang ada yaitu, Pasal 12 UU PTPPO adalah “setiap orang yang menggunakan atau memanfaatkan atau mempekerjakan korban tindak pidana perdagangan orang untuk meneruskan praktek eksploitasi, atau mengambil keuntungan dari hasil tindak pidana perdagangan orang dengan pidana pernjara minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun”.

Dalam hal ini eksploitasi seksual yaitu segala bentuk pemanfaatan organ tubuh seksual atau organ tubuh lain dari korban untuk mendapatkan keuntungan, termasuk tetapi tidak terbatas pada semua kegiatan pelacuran dan percabulan,” pungkasnya. (Pur)

post-top-smn

Baca berita terkait