Sunday, 24 January 2021

Satpol PP Kab. Pasuruan Menggelar Oprasi Penyakit Masyarakat

post-top-smn
Dinas Satpol PP Kabupaten Pasuruan telah berhasil menangkap 6 wanita penghibuR

Dinas Satpol PP Kabupaten Pasuruan telah berhasil menangkap 6 wanita penghibuR

Pasuruan, SMN – Belum kapoknya para PSK (Penjajah Seks Komersial) yang terus meresahkan masyarakat, membuat Satpol PP Kabupaten Pasuruan geram melakukan aksinya.

Tepatnya pada hari Kamis 20-04-2017 sore, Satpol PP menggelar Operasi Pekat (penyakit masyarakat) di sejumlah titik yang disinyalir digunakan sebagai ajang lokasi mangkalnya para wanita penghibur itu.

Yudha Triwidya Sasangka, Kepala Dinas Satpol PP Kabupaten Pasuruan menegaskan, setidaknya ada 3 titik yang menjadi target operasi, yaitu komplek pelacuran yang ada di Desa Karanganyar, Kecamatan Grati, Warung remang-remang di Desa Sumbersuko, Kecamatan Gempol, serta rumah warga yang dijadikan tempat mesum di Desa Gejugjati, Kecamatan Lekok.

Dari ketiga tempat tersebut, pihaknya telah berhasil menangkap 6 wanita penghibur. Mereka adalah AT (warga Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang) dan JA (warga Kecamatan Puspo) yang ditangkap saat melakukan aksinya di Karanganyar. Kemudian N (warga Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo) dan W (warga Kecamatan Kaliore, Kabupaten Malang) yang terjaring di sebuah rumah mesum di Desa Gejugjati, Lekok, serta R (warga Kecamatan Prigen) dan S (warga Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang).

“Dari 6 perempuan wanita penghibur yang kami tangkap, ada 1 yang lagi hamil 9 bulan. Dia adalah warga Prigen, sehingga kami juga menghubungi pihak keluarganya untuk menjemput di mako,” tegas Yudha.

Yudha menyayangkan dengan perilaku yang dilakukan oleh para wanita penghibur, apalagi sampai ada yang tengah berbadan dua alias hamil.

“Kami hanya menegakkan Peraturan Daerah (Perda), sehingga kalaupun ada yang melanggar maka lebih jelas kami akan menindaklanjuti sesuai peraturan yang ada. Para PSK yang kami tangkap ada yang baru sekali kita tangkap, tetapi ada juga yang sebelumnya sudah pernah ditangkap, tapi setelah dibebaskan justru kembali melakoni perbuatan maksiat tesebut. Semoga semuanya mendapatkan hidayah Allah SWT,” pungkasnya.

Dari hasil operasi pekat, keenam PSK tersebut kini mendekam di sel Satpol PP, biar untuk keesokan harinya menjalani sidang tipiring. Tutur Yudha, bila PSK tersebut masih berkeliaran untuk menjual diri, maka pihaknya akan terus melakukan operasi.

“Apalagi kita akan menghadapi Bulan Ramadhan, jadi operasi pekat akan intens kita akan melakukan demi membersihkan Kabupaten Pasuruan dari kemaksiatan bisnis esek-esek tersebut,” tandasnya. (Pur)

post-top-smn

Baca berita terkait