Monday, 28 September 2020

Ruwat Agung Nuswantoro 1950 Saka/2016 Masehi, Pencampuran Sapta Tirta Kraton Majapahit

post-top-smn
Wakil Bupati Mojokerto saat Prosesi pencampuran sapta tirta

Wakil Bupati Mojokerto saat Prosesi pencampuran sapta tirta

Kab Mojokerto, SMN – Prosesi pencampuran sapta tirta (tujuh sumber mata air) kraton Majapahit yang dibingkai dalam seni drama kolosal bertema pemerintahan Mojopahit ke-dua dengan Raja Uri Sri Jayanegara, menjadi salah satu nyawa penting dari rangkaian event budaya tahunan Kabupaten Mojokerto, yakni Ruwat Agung Nuswantoro Majapahit 1950 Saka/2016 Masehi. Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi, menjadi salah satu sosok penting yang didaulat untuk melakukan prosesi tersebut, pada Jumat (7/10) malam lalu di Pendopo Agung Trwoulan.

Kepala Disporabudpar (Dinas Pemuda, Olah Raga, Kebudayaan dan Pariwisata) Kabupaten Mojokerto, Ustadzi Rois, dalam laporan sambutannya mengatakan jika pengumpulan air dari ketujuh sumber berbeda telah dilakukan dengan sakral satu hari sebelumnya.

“Kita telah melakukan unduh-unduh patirtaan (mengumpulkan air) dari tujuh sumber berbeda kraton Majapahit. Antara lain petirtaan Siti Inggil di Bejijong Trowulan, petirtaan Tribuwana Tungga Dewi di Klinterejo Sooko, petilasan Prabu Hayam Wuruk Desa Panggih Trowulan, petirtaan Putri Campa di Unggahan Kecamatan Trowulan, petirtaan Kubur Panjang/Sumber Towo di Desa Unggahan Trowulan, sumur Sakti Gajah Mada di Beloh Kecamatan Trowulan, dan terakhir di sumur Upas Candi Kedaton Desa Sentonorejo Trowulan,” terangnya.

Rois juga menambahkan jika tujuh sumber air tersebut, selanjutnya digunakan untuk Ruwatan Sukerto massal gratis di Pendopo Agung tanggal 8 Oktober 2016 (Sabtu kemarin, red). “Peserta Ruwatan Sukerto massal berjumlah 428 anak, baik yang dewasa maupun remaja. Animonya sangat bagus, ruwatan tahunan ini tidak hanya menarik minat masyarakat Kabupaten Mojokerto saja. Bahkan ada peserta asal pulau Bali yang daftar, disamping Kediri, Lamongan dan juga Blitar,” tambahnya.

Wakil Bupati Mojokerto lewat sambutannya menyiratkan harapan besar terhadap event tahunan ini. Dirinya ingin agar Ruwat Agung Nuswantoro bisa menjadi agenda pariwisata dan menjadi branding khas Kabupaten Mojokerto.

“Pemerintah Kabupaten Mojokerto melalui Disporabudpar khususnya, berharap agar Ruwat Agung Nuswantoro yang hampir tidak pernah absen kita gelar tiap tahun, menjadi produk wisata budaya khas Kabupaten Mojokerto. Ruwat Agung Nuswantoro sangat kuat untuk ditonjolkan dari sisi brandingnya. Animo masyarakat cukup tinggi, bahkan sampai luar daerah. Pariwisata yang berkembang dengan baik, tentu akan memberi kontribusi besar terhadap pemerintah daerah,” papar wakil bupati.

Suami Yayuk Pungkasiadi ini juga berpesan agar selalu bangga dengan kebudayaan tradisional tempat kelahiran. Ia menilai jika budaya adalah kekayaan yang tidak terkira harganya. Ruwat Agung Nuswantoro adalah media ideal khususnya bagi masyarakat Kabupaten Mojokerto, untuk terus mengenal dan menjaga warisan besar para leluhur.

“Ruwat Agung Nuswantoro 1950 Saka/2016 Masehi bisa dijadikan kilas balik kehidupan masyarakat, dan menjadi tonggak untuk lebih dekat dengan para leluhur lewat warisan budaya yang diturunkan. Dengan Ruwat Agung Nuswantoro, mari kita bangun kebersamaan dengan prinsip ‘Rumongso melu handarbeni, wajib melu hanggondheli, mulat saliro hangroso wani,” pesannya.

Dalam prosesi pencampuran sapta tirta Kamis malam lalu, wakil bupati juga didaulat untuk mengukuhkan anggota pengurus Dewan Lembaga Pelestari Adat dan Budaya Kabupaten Mojokerto. Hadir juga dalam acara ini unsur Forkopimda Kabupaten Mojokerto, SKPD, serta  tokoh-tokoh lintas agama dan adat budaya.

Sebagai informasi, rangkaian acara Ruwat Agung Nuswantoro 1950 Saka/2016 Masehi, dimulai dari prosesi unduh-unduh patirtaan, Kamis (6/10), dilanjutkan prosesi pencampuran sapta tirta dan gelar macapat, Jumat (7/10), Ruwat Sukerto massal dan larung Sukerto, Sabtu (8/10), dan puncaknya yakni pameran produk unggulan dan batik Majapahit serta Kirab Agung Nuswantoro Majapahit Jumenengan Gusti Prabu Jayanegara dengan rute Makam Troloyo-Pendopo Agung, Minggu (9/10) hari ini, pukul 09.00 WIB hingga selesai.(hms/kan)

post-top-smn

Baca berita terkait