Wednesday, 21 October 2020

Rintisan Leluhur Terus Dilestarikan, Sanggar Tari “Wongso Arum” & Padepokan Pencak Silat “ SINGO Wongso”

post-top-smn
Guru Besar Padepokan silat Singo Wongso

Guru Besar Padepokan silat Singo Wongso

Banyuwangi, SMN – Potensi budaya lokal yang berorientasi pada pelestarian kesenian daerah, diera perkembangan moderenisasi ini semakin menampakkan keredupannya. Namun, berbeda bila kita melihat secara langsung keberadaan padepokan pencak silat “Singo Wongso” dan Sanggar Tari “Wongso Arum” yang ada di Kecamatan Wongsorejo.

Wilayah paling utara dan terkesan minim potensi akan kesenian lokal ternyata melalui Pesanggrahan yang diasuh Riadi Saputra, S.Sos sejak tahun 2004 silam ternyata mampu mengangkat wilayah Wongsorejo untuk mampu berkompetisi di tingkat nasional.

Ketika dikonfirmasi SMN, Riadi mengatakan selama ia merintis diakuinya banyak rintangan krikil dan duri yang terus bergulir tidak membuat surut perjuangannya untuk mengangkat citra dan mempertahankan budaya lokal untuk terus tetap lestari. Tak hanya itu, dukungan yang minim dan fasilitas terbatas terus diterjangnya demi terwujudnya seni tari yang kaya akan potensi agar bisa diterima ditenggah – tengah masyarakat.

Seiring dengan bergulirnya waktu, akhirnya masyarakat bisa menerima secara positip keberadaan rintisan sangar tari wongso arum dan padepokan pencak silat singo wongso untuk berkembang dan menelurkan penari-penari yang berbakat. Awal hanya beberapa murid saja yang turut ikut berlatih dan belajar di pesanggrahan milik Riadi. Pasca beberapa murid sangar tari dan pencak silat meraih prestasi, baru mulai berkembang jumlah murid yang ingin mengenyam pendidikan disana.

Riadi yang dibantu Miswati (istri tercintanya)  yang memiliki ketrampilan dan keahlian dalam merancang busana hingga kostum penari terus berinovasi. Hingga memproduksi berbagai macam jenis udeng khas asli Using yang dipasarkannya hingga keluar daerah. Berbagai macam inovasi kreasi seni terus diajarkan ke muridnya. Begitupula kreasi kesenian teater, drama, hadrah juga terus diciptakan. Tak hanya itu, Riadi juga menciptakan beberapa bentuk tarian sendiri yang hingga saat ini diajarkan dan diterima dikalangan para penari dan budayawan.

Tak berhenti disitu, Riadi sudah mempersiapkan suatu kegiatan ketrampilan yang memiliki nilai ekonomi tinggi berbahan baku bambu dan anyaman bambu. Besar harapannya bisa memberikan kontribusi dan income dalam melakukan kegiatan kewirausahaan.(dhi)

post-top-smn

Baca berita terkait