Sunday, 29 November 2020

Reklamasi Dingin Pemkab Di Panaskan oleh Tebu

post-top-smn

pamekasan

Pamekasan, SMN – Pembangunan Resto Wiraraja yang berada di kawasan jln Raya Tlanakan,Kecamatan Tlanakan Kabupaten Pamekasan Madura, menuai masalah yang tak kunjung titik terang dari Pemerintah Kabupaten Pamekasan.

Pembangunan Resto Wiraraja ini telah ditemukan adanya suatu Pembangunan yang tidak sesuai dengan Izin Mendirikan Bangunan ( IMB ) yang dikeluarkan oleh Pemkab Pamekasan.

Mirisnya bahwa bangunan yang tengah di persoalkan lantaran Rellamasi Pantai itu kini terancam di tutup.

Pembangunan Resto Wiraraja itu benar benar tidak sesuai dengan Izin yang dikeluarkan, sedangkan dalam IMB Bangunan itu hanya 800 x 80 meter dan sementara dilapangan telah tersurvei IMB tersebut melebihi ukuran.

Hal ini benar benar tragis dan perlu untuk sebuah tindakan dan bukan hanya pembahasan saja. Dalam hal ini jelas jelas Pemerintah Kabupaten Pamekasan telah di Bohongi, karena fakta yang telah disurvei di lapangan tidaklah sesuai dengan IMB.

Akankah Pemerintah Kabupaten Pamekasan akan menindak hal ini ?.

Sementara di sela-sela maraknya permasalahan Resto Wiraraja dan Reklamasi, kini telah di dubi hanguskan dengan adanya Si Jago Merah yang selalu menyerang lahan Tebu di kawasan Jln Basar Pamekasan.

Yang sehingga Awak Media di Bodohi dan di belok arahkan untuk tidak fokus pada Reklamasi dan tempat hiburan yang berbau Maksiat, seperti halnya Karaoke Room yang setiap detik tercipta sebuah Maksiat yang Mengotori Gerbang Salam.

” Hal ini sangat lucu dan seakan Gerbang Salam menjadi sebuah ” Dagelan Ria Jenaka “.

Ketika para Pemerintah dan ulama yang mempunyai kuasa penuh keutuhan Gerbang Salam menjadi Bisu dan Diam tanpa ada ketegasan dan tindakan jelas.

Sehingga ini terkesan membiarakan ” Icon Gerbang Salam terkikis sudah oleh maraknya Pengusaha Tempat Hiburan Karaoke dan Miras yang legalitasnya tidak jelas.

Para Regenerasi Bangsa yang berangkat dari Pemuda dan Masyarakat Pamekasan meminta kepada DPRD, OPD terkait, Ulama bahkan Bupati sekalipun harus benar benar adil dalam melaksanakan peraturan yang dibuat sendiri seperti Perbub dan Perdanya, serta hukum sosial dan lingkungan yang di identikkan dengan Kota Santri yang mayoritas Kekuatan Ideologi dan tindakan yang dipegang oleh Ulama.

Seruan hati dan Semangat Bangkit Pemuda dan Masyarakat Pamekasan berharap Ulama harus Pro Aktif guna menyelidiki setiap tempat hiburan yang berbau Maksiat dan para Ulamabserta Pemkab Pamekasan harus menghentinkan Proses Reklamasi yang sudah menciderai Icon Gerbang Salam saat dilihat dari fungsinya. (Hen)

post-top-smn

Baca berita terkait