Wednesday, 28 October 2020

Ratusan Ribu Pil Koplo Dari Jember Diedarkan di Lumajang

post-top-smn

lumajang Lumajang, SMN – Setelah deklarasi “222” Gerakan Lumajang ZERO MILO NARKOBAYA pada tanggal 22 Pebruari lalu, Polres Lumajang berhasil meringkus jaringan pengedar pil koplo. Kapolres Lumajang, AKBP Raydian Kokrosono S.I.K kepada sejumlah media mengatakan jika pihaknya telah menangkap pengedar pil koplo dari Jember, Sabtu (18/3) siang lalu.

Menurut Kapolres, pihaknya masih kesulitan dalam mengembangkan kasus ini, sebab ini merupakan jaringan terputus.

“Dari pihak kepolisian sudah mengecek ke TKP di Sumbersari Jember, ternyata alamat tersebut adalah fiktif. Memang kalau kasus seperti ini jaringannya selalu terputus sampai ke atas,” jelas Kapolres kepada sejumlah media, tadi siang.

Dikatakan pula oleh Kapolres bahwa ini sudah ke empat kalinya mereka memasok pil koplo ini ke Lumajang. Dan jumlahnya kata Kapolres ada sekitar ratusan ribu yang sudah sempat beredar di Lumajang.

“Untuk itu, kami memohon kepada orang tua agar selalu berhati-hati dalam mengawasi anaknya, sebab pil koplo ini sengaja digunakan untuk merusak moralitas anak muda di Lumajang, maka dari itu Gerakan Zero Milo Narkobaya terus kita sosialisasikan di kalangan generasi muda,” bebernya.

Barang bukti yang sudah dikumpulkan ada sekitar 50 ribu butir pil koplo dan 3 box yang masing-masing seribu butir pil warna putih logo Y, 20 box masing-masing seribu butir pil warna kuning logo BMP, mobil daihatsu grand max nopol 8815 RC warna putih, HP Nokia dan uang sebesar Rp 375 ribu.

“Pasal yang kita sangkakan adalah 197 sub 196 UU RI No 36 tahun 2006 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman 15v tahun penjara. Dan dari info yang diperoleh barang tersebut akan dijual diwilayah Pasirian Lumajang,” ujarnya lagi.

Menurut Kapolres lagi, hal ini merupakan tugas dan tanggung jawab bersama dalam menyelamatkan Generasi Bangsa dari bahaya Narkoba.

“Program Gerakan Lumajang ZERO MILONARKOBAYA adalah untuk menyelamatkan generasi muda dari pengaruh penyalahgunaan minuman keras lokal oplosan seperti Alkohol 70-90% yang dicampur dengan serbuk minuman energi. Ada juga obat batuk cair terlebih lagi Salep Anti Nyamuk yang dengan mudah didapatkan di took-toko lokal maupun di waralaba, padahal berbagai dampak akan timbul akibat mengonsumsi MILO, seperti Obesitas, Kerusakan Lambung, Gangguan Jantung, Pengerasan Hati, Kebutaan, Kanker bahkan Kematian sehingga mempengaruhi perbuatan yang melanggar aturan dan tindak kriminalitas seperti penganiayaan, Tindak Asusila, Curanmor (Pencurian Kendaraan Bermotor), pembunuhan, curas (Pencurian dengan Kekerasan), begal, tawuran serta Laka lantas,” paparnya.(atk)

post-top-smn

Baca berita terkait