Thursday, 24 September 2020

Ratusan PNS Ikuti Santapan Rohani Memperingati Nuzulul Qur’an 1437 H

post-top-smn
Bupati Tulungagung saat memberikan sambutan di acara santapan rohani ramadhan 1437 H/2016 M

Bupati Tulungagung saat memberikan sambutan di acara santapan rohani ramadhan 1437 H/2016 M

Tulungagung, SMN – Peringatan Nuzulul Qur’an 1437 2016 M di kabupaten Tulungagung diperingati beragam, salah satunya kegiatan santapan rohani Ramadhan 1437 H /2016 M yang digelar di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bangsa pada selasa, 21 juni 2016. Dalam acara yang berjalan sekitar satu setengah jam ini diikuti antusias oleh ratusan orang yang terdiri dari PNS Lingkup Pemkab, Anggota TNI Kodim 0807 Tulungagung, dan Anggota Polri Polres Tulungagung. Di acara yang menghadirkan penceramah Ustadz Abdul Ghofar dari Kabupaten Banyuwangi juga dihadiri Unsur Forpimda Tulungagung.

Dalam sambutanya Bupati Tulungagung Syahri Mulyo, SE. M.Si diantaranya mengatakan kegiatan santapan rohani hari ini, adalah dalam rangka memperingati Nuzulul Qur’an 1437 Hijriyah, dan setiap kali Nuzulul Qur’an diperingati, kita selalu diingatkan, bahwa sebagai muslim kita harus mempercayai dan menerima eksistensi Al Qur’an sebagai kebenaran yang tidak bisa diragukan. Berangkat dari keyakinan tersebut, setiap muslim sudah seharusnya membina kehidupan dan perilaku di atas ajaran-ajaran Islam yang diyakini kebenarannya.

Bupati juga mengatakan kaum muslim menyakini, bahwa Al Qur’an adalah sumber utama ajaran Islam, dan sumber ilmu pengetahuan yang tak habis-habisnya untuk digali dan dikaji. Al Qur’an menyajikan substansi hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan sesamanya, dan hubungan manusia dengan alam sementara.

Lebih lanjut Bupati mengatakan dalam sejarah kemanusiaan, Al Qur’an merupakan naskah tulis pertama yang sangat berjasa mendorong kemajuan dan mencerahkan peradaban. Peran Al Qur’an dalam pencerahan peradaban terkait dengan pandangan tentang keistimewaan kedudukan manusia dibanding dengan makluk lainnya.

Selanjutnya Bupati mengajak dengan momentum Peringatan Nuzulul Qur’an dapat dijadikan sarana untuk meningkatkan pemahaman, penghayatan dan pengamalan AL Qur’an sebagai pedoman hidup dan sumber petunjuk yang kekal abadi dan universal. Marilah kita sosialisasikan ajaran dan nilai-nilai Al Qur’an dalam berbagai aspek kehidupan sebagai warga masyarakat agar peran dan fungsi wahyu ilahi lebih dirasakan dalam keberagaman dan kehidupan kita bersama.

Terakhir Bupati menghimbau kepada warga untuk selalu waspasda dan selalu berhati-hati terhadap segala sesuatu yang tidak diinginkan. “Dan marilah kita berdoa, mudah-mudahan musibah dan bencana tidak terjadi lagi di Kabupaten yang kita cintai ini. Amin”, ajak Bupati.

Dalam ceramahnya Ustadz Abdul Ghofar diantaranya mengungkapkan tiga makna yang terdapat dalam momentum Nuzulul Qur’an, pertama membaca alqur’an sebagai salah satu ibadah utama, lebih jauh menurut Ustadz Abdul Ghofar membaca Alqur’an tidak saja mencari pahala,” yang terpenting adalah untuk memahami isinya dan menjadikanya sebagai pedoman kehidupan sehari – hari,” ujar Astadz Abdul Ghofar.(hms/adv/yas)

post-top-smn

Baca berita terkait