Friday, 27 November 2020

Putaran Ketiga, Festival Wayang Nusantara Digelar di Magetan

post-top-smn
Gus Ipul menyerahkan gunungan ke Dalang Ki Anom Suroto di Alun-alun Magetan

Gus Ipul menyerahkan gunungan ke Dalang Ki Anom Suroto di Alun-alun Magetan

Surabaya, SMN – Festival Wayang Nusantara kembali digelar untuk ketiga kalinya dalam tahun ini. Festival ini telah diadakan di Kota Blitar, Kabupaten Mojokerto, dan untuk kali ini diadakan di Kabupaten Magetan. Festival Wayang Nusantara putaran ketiga digelar dengan lakon “Sesaji Rojo Suyo di Alun-alun Kabupaten Magelang, Kamis (1/9) malam.

Festival Wayang Nusantara ini diselenggarakan untuk mensyukuri ditetapkannya tanggal 1 Juni sebagai Hari Kelahiran Pancasila, melestarikan kesenian wayang kulit sekaligus memperingati HUT ke-71 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Festival ini juga dilakukan untuk mengajak semua masyarakat untuk kembali, mengingat, dan membumikan Pancasila sebagai bagian dari kehidupan kita sebagai bangsa Indonesia.

“Malam ini sebagai bagian dari Festival Wayang Nusantara yang keliling terus. Kita bersyukur bahwa Presiden telah menetapkan 1 Juni menetapkan Hari Kelahiran Pancasila, untuk mensyukuri hal tersebut, kita membuat wayang keliling. Ini sudah putaran ketiga. Selanjutnya akan dilanjutkan ke Jombang, Surabaya, Ngawi, Tulungagung, dan beberapa daerah lainnya.” ujar Wakil Gubernur Jatim Drs. H. Saifullah Yusuf.

Ia mengatakan, Bangsa Indonesia bersyukur memiliki Pancasila. Pancasila sebagai pemersatu, jalan tengah dari bermacam-macam suku, agama, bahasa, juga latar belakang lainnya. Selain itu, Pancasila juga sebagai bagian dari solusi untuk menghadirkan Indonesia yang adil dan sejahtera.

“Kita berkaca pada Syria, Afganistan, Irak, Libia yang sedang bergolak dilanda perang saudara. Alhamdulillah Indonesia tenang, aman, dan nyaman. Kita bisa hidup rukun, guyub, menjaga semangat gotong royong, itu karena kita memiliki Pancasila,” kata Gus Ipul sapaan akrab Wagub Jatim.

Gus Ipul bersama Bupati Magetan, Bupati Ngawi, dan Ki Anom Suroto di Alun-alun Kab. Magetan

Gus Ipul bersama Bupati Magetan, Bupati Ngawi, dan Ki Anom Suroto di Alun-alun Kab. Magetan

Menurutnya, Pancasila itu istimewa karena hanya dimiliki oleh bangsa Indonesia. “Untuk itu, kami ingin bangkitkan kebanggaan masyarakat pada Pancasila melalui Pagelaran Wayang Nusantara ini. Kami ingin Pancasila sebagai pedoman hidup sehari-hari,” imbuh Gus Ipul.

Gus Ipul mengungkapkan kebahagiaannya atas antusiasme masyarakat yang menonton pagelaran Wayang Nusantara tersebut. “Pada malam hari ini saya sangat bangga dan bahagia, Luar biasa yang datang tidak hanya generasi sepuh, tetapi remaja dan anak-anak dari berbagai kalangan pun ikut menyaksikan wayang ini,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Magetan Drs H KRA Sumantri Noto Adinagoro MM menyampaikan apresiasi atas diselenggarakannya Festival Wayang Nusantara. Wayang kulit ini salah satu hiburan yang digemari masyarakat Magetan. Mudah-mudahan nanti menjadi tontonan dan tuntunan dalam kehidupan kita. (*)

post-top-smn

Baca berita terkait