Friday, 30 October 2020

Puskesmas Kedungdung Sampang Dijadikan Lahan Parkir oleh Oknum yang Tidak Bertanggung Jawab

post-top-smn
Imam Syafi'i dkk, saat menemui  Kepala Dinkes Sampang

Imam Syafi’i dkk, saat menemui Kepala Dinkes Sampang

Sampang, SMN – Dinas kesehatan Kabupaten Sampang Jawa Timur dinilai lamban dalam mengurus Puskesmas binaannya, seperti dinyatakan Imam Syafi’I Selaku Koordinator LSM Aliansi Warga Pantura AWP Madura, Rabu, 05/04/2017 di Kantor Dinkes Sampang pada Wartawan Suara Media Nasional. Misalnya dalam urusan parkir Sepeda Motor di Puskesmas Kedungdung Sampang yang akhir-akhir ini sering dikeluhkan oleh pengunjung dan keluarga pasein yang hendak berobat. Areal parkir yang berada di halaman depan Puskesmas Kedungdung seharusnya disediakan untuk pengunjung Puskesmas, malah dijadikan lahan parkir oleh oknom yang tidak bertanggung jawab. Akibatnya sebagian pengunjung Puskesmas tersebut merasa risih, tidak kerasan berada disitu, karena dianggap mengganggu kenyamanan mereka.

Imam, mendatangi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang untuk meminta kejelasan, bagaimana hal semacam itu tidak terjadi lagi, karena dianggap kurang bagus dilihat oleh mata. Apalagi Puskesmas sebagai tempat orang untuk berobat malah dijadikan praktek-praktek bisnis untuk meraup keuntungan, tanpa melihat dan memperdulikan orang lain. Dinkes dinilai gagal dan tidak ada keneranian untuk mengusir Jukir yang berkeliaran di depan Puskesmas Kedungdung. Saya dan kawan-kawan akan terus melukan pemantauan hingga parkir liar tersebut ditertibkan oleh petugas mas, kata Imam.

Kemudian Kepala Dinas Kesehatan Firman Pria Abadi memaparkan, jika halaman Puskesmas dijadikan sebagai lahan parkir untuk pengunjung di luar Puskesmas, itu tidak benar dan menyalahi aturan. Kami tidak pernah mempunyai unit layanan parkir, jadi wilayah halaman yang dipakai sebagai lahan parkir, kurang lebih 30 sampai 40 persen disediakan untuk pengunjung bukan untuk orang yang mampir ke pasar.

Kami beberapa bulan kemarin sudah melakukan sidak bersama Jajaran Bupati Sampang, untuk melihat perkembangan langsung di lapangan, namun kenyataannya benar adanya seperti itu. Dan yang saya ketahui pihak Puskesmas tidak tahu menahu soal setoran retribusi dari hasil parkir. Saya masih mendalami persoalan ini, karena saat ini informasinya ada oknom yang memegang kendali di balik praktek-praktek parkir liar tersebut, kata Firman.(Wh/di)

post-top-smn

Baca berita terkait