Monday, 21 September 2020

Puluhan Tanggul Bengawan Solo Longsor Akibat Tambang Pasir Ilegal

post-top-smn
Sejumlah warga menyaksikan kondisi tanggul Sungai Bengawan Solo yang ambrol di Desa Pilang, Masaran, Sragen, Sabtu (13/2/2016) lalu

Sejumlah warga menyaksikan kondisi tanggul Sungai Bengawan Solo yang ambrol di Desa Pilang, Masaran, Sragen, Sabtu (13/2/2016) lalu

Jatim, SMN – Kerusakan bantaran sungai termasuk longsornya tanggul banyak terjadi di Bengawan Solo. Dari pantauan Tim Susur Sungai Bengawan Solo dalam rangka Pra Kongres Sungai Indonesia (KSI) II Jatim menemukan puluhan tanggul dan bantaran yang longsor akibat maraknya penambangan pasir ilegal.

“Dari Ngawi sampai Bojonegoro dari data yang kami catat ada lebih dari 20 tanggul yang longsor. Rata-rata karena erosi akibat penambangan pasir ilegal. Banyak yang pakai mesin dan ada pula yang menambang secara manual,” kata Anggota Tim Susur Sungai Bengawan Solo, Imam Suroso, Rabu (3/8).

Bahkan, proses penambangan pasir ilegal itu dilakukan secara masif. Mengenai jumlah secara keseluruhan untuk penambangan hingga kini masih dihimpun datanya oleh tim, sehingga data baru bisa diketahui usai susur sungai berakhir di Gresik.

Dari pantauan JNR, proses penambangan pasir ilegal masih banyak terjadi di wilayah Bojonegoro. Sekitar 500 meter arah hilir Bendung Gerak Bojonegoro terdapat banyak penambangan pasir ilegal.

Banyak truk yang langsung turun di bantaran Bengawan Solo untuk mengangkut pasir dari sungai. Pemindahan pasir dari perahu ke truk dilakukan menggunakan sekop oleh banyak orang. Warga sekitar bantaran mengakui kegiatan penambangan dilakukan setiap hari.

Penanggungjawab Susur Sungai Bengawan Solo KSI II Jatim, Imam Rochani mengatakan, ke depan harus dilakukan operasi patroli untuk menertibkan penambangan pasir ilegal tersebut. Selain itu dilakukan pengawasan bagi industri yang membuang limbah cair di Bengawan Solo. “Bengawan Solo ini melintasi dua provinsi. Jadi Jawa Timur dan Jawa Tengah harus koordinasi dan ada MoU untuk mengatasi pencemaran dan kerusakan sungai dari penaangan pasir ilegal,” jelasnya. (afr/kom_jtm)

post-top-smn

Baca berita terkait