Sunday, 20 September 2020

Program Kerjasama Pemulihan Kelud Sukses

post-top-smn
Bupati Haryanti memberikan apresiasi positif pada kerja yang dilakukan oleh Antonia Caranaggi dan tim

Bupati Haryanti memberikan apresiasi positif pada kerja yang dilakukan oleh Antonia Caranaggi dan tim

Kediri, SMN – Letusan Gunung Kelud pada Kamis, 13 Februari 2014 silam tak luput dari perhatian dunia internasional. PBB melalui salah satu lembaganya FAO (Food and Agriculture Organization) turut membantu rehabilitasi wilayah terdampak letusan Gunung Kelud yaitu dengan menyelenggarakan program UNJP (United Nation Join Programe) Support to Mt Kelud Post Eruption Recovery Programme.  Program ini bertujuan untuk membantu rehabilitasi dan membangun kembali keadaan sosial  ekonomi masyarakat pasca erupsi Gunung Kelud agar lebih cepat pulih.

Sebagaimana diketahui, erupsi Gunung Kelud pada tahun 2014 telah mengakibatkan sekitar 2341 KK dalam radius 10 km mengungsi dan telah menyebabkan kerusakan yang cukup besar khususnya sektor pertanian di wilayah Kabupaten Kediri, Malang, dan Blitar. Angka kerugian mencapai 100 miliar rupiah dan hampir 15.000 ha lahan pertanian mengalami kerusakan. Angka ini mewakili setidaknya 23%  dari kerugian total di Propinsi Jawa Timur.

Sebagaimana disebutkan oleh Ardanti YC Sutarto, National Project Manager FAO Kelud, tujuan FAO dalam proyek ini adalah untuk memulihkan mata pencaharian penduduk secara cepat serta mengembangkan potensi ekonomi di wilayah , seperti peternakan, hortikultura dan pariwisata. “Gemes saya, potensi wisata di Kabupaten Kediri sangat luar biasa, sayang belum dikembangkan maksimal”, ungkapnya.

Program UNJP ini telah bekerja sekitar 20 bulan. Dirintis sejak Desember 2014 dan dimulai resmi Maret 2015 sampai  Agustus 2016. Di Kabupaten Kediri, tim  telah bekerja setidaknya di delapan lokasi yaitu desa Babadan, Sugih waras, Sempu, Puncu, Kampung baru, Kebonrejo dan Besowo. Di tahun 2016 banyak kemajuan yang sudah dicapai oleh tim. Tim telah berhasil bekerja meningkatkan  kapasitas pemerintah setempat untuk berkoordinasi melakukan pemulihan awal dipasca bencana dan penguatan langkah-langkah pemulihan. Tim juga berhasil memperkuat kapasitas pemerintah untuk merencanakan dan meimplementasikan langkah-langkah pemulihan pasca bencana.

Bupati Haryanti memberikan cinderamata pada Antonio Caranaggi sebagai bentuk terimakasih pemerintah atas kerja keras timnya

Bupati Haryanti memberikan cinderamata pada Antonio Caranaggi sebagai bentuk terimakasih pemerintah atas kerja keras timnya

Tim juga telah berhasil menginstitusikan target dalam mendukung pemulihan mata pencaharian dalam pembangunan kesempatan ekonomi baru di area pasca bencana, setidaknya ada 10.000 bibit pisang yang sudah dieksekusikan di desa Kebonrojo, Wonorejo dan Puncu , serta memberikan manfaat bagi setidaknya 6 kelompok tani setempat. Tim juga telah berhasil mewujudkan setidaknya sejumlah 54 ekor sapi, 30 ekor domba dan 175 ekor kambing di Kabupaten Kediri dan Kabupaten Malang dan memberikan manfaat bagi sekitar 113 kepala keluarga. Antonio Caranaggi, Operation Coordinator FAO Indonesia mengungkapkan bahwa bantuan tersebut disediakan berdasarkan proses partisipasi yang melibatkan warga dan berdasarkan konsultasi dengan pihak pemerintah. “Pekerjaan lainnya sudah termasuk dalam mengurangi hama dan juga mendukung kelompok pengolah makanan di area terdampak”, tambahnya.

Untuk memastikan keberlanjutan program yang di rintis oleh FAO ini, Antonio dan tim telah memformulasikan sebuah rencana keberlanjutan yang akan disusulkan sebagai sebuah upaya untuk meningkatkan program secara strategis. “Terimakasih pada tim dilapangan, pemerintah daerah dan juga masyarakat setempat yang sudah mendukung dan mensukseskan proyek ini dan saya harap kita dapat melakukan kolaborasi lebih lanjut dimasa depan”, ungkapnya.

Selasa (30/8) pada penutupan program UNJP di Desa Babadan Kec Ngancar, Bupati Kediri dr Haryanti Sutrisno memberikan apresiasi positif pada kerja yang dilakukan oleh Antonia Caranaggi dan tim. Bupati Haryanti berjanji akan melanjutkan keberlangsungan program ini demi meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar Gunung Kelud.

Manfaat dari program kerjasama ini sangat dirasakan oleh para warga. Sebagaimana diungkapkan oleh Dariyanto, salah seorang penerima program Sistem Informasi Desa (SID), program kolaborasi antara tim FAO dengan pemerintah, “Melalui SID kami bisa memasarkan produk secara online, sehingga pemasaran bisa lebih jauh, bukan hanya sebatas  pasar desa bahkan menjangkau luar kota”. Manfaat dirasakan juga oleh Sulatun warga desa Kampung Baru. Dengan bantuan dari FAO, kelompok ternak Estu Karya Jaya yang dipimpinnya mampu mengembangkan kandang Komunal terstandarisasi sehingga meningkatkan kualitas serta produktifitas ternak yang dikelola kelompoknya.(hms/adv/kan)

post-top-smn

Baca berita terkait