Thursday, 29 October 2020

Presiden Jokowi: Pemerintah Targetkan Bangun 5.000 Pasar

post-top-smn
Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita (kedua kiri) meninjau aktivitas perdagangan pasar pada Peresmian Pasar Rakyat Sambi, Boyolali, Jawa Tengah, Senin (30/1).

Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita (kedua kiri) meninjau aktivitas perdagangan pasar pada Peresmian Pasar Rakyat Sambi, Boyolali, Jawa Tengah, Senin (30/1).

Jakarta, SMN – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan hingga tahun 2019 mendatang, pemerintah menargetkan untuk membangun 5.000 pasar tradisional di berbagai daerah, mulai dari Sabang sampai Merauke.

“Banyak sekali. Jumlah 5.000 itu banyak. Tapi itu target, kalau tidak, nanti pasar rakyat akan kalah dengan pasar-pasar modern, mal, supermarket, hypermarket. Tidak mau, saya tidak mau, tidak mau,” kata Presiden Jokowi saat meresmikan Pasar Sambi di Desa Tempursari, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Senin (30/1).

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi meminta para pedagang Pasar Sambi harus berani bersaing menjajakan barang dagangan agar pasar rakyat tidak kalah bersaing dengan supermarket.

“Jangan sampai pasar-pasar rakyat kalah dengan mal. tidak boleh. Tolong sesudah ini diresmikan, betul-betul sareng-sareng (bersama-sama) dijaga, sareng-sareng dirawat. Kebersihan terutama, sehingga pembeli datang semakin banyak, semakin banyak, dan semakin banyak,” katanya.

Dia mengatakan, selama ini, terdapat kesan di masyarakat bahwa pasar tradisional kumuh, kotor, dan tidak terawat. Bahkan, disebutkan, kesan ini sangat kental di masyarakat yang ada di Sabang sampai Merauke.

“Biasanya kumuh, reget (kotor), becek, tidak ada tempat parkir. Sekarang beda. Sekarang ada tempat parkir sehingga pembeli yang pakai mobil bisa parkir, yang belanja pakai sepeda motor bisa parkir. Itu memberikan kenyamanan,” ujarnya.

Oleh sebab itu, kata Presiden mengatakan, keberadaan pasar tradisional harus dipelihara dan dirawat bersama-sama agar dapat bersaing dengan pasar modern seperti mal, supermarket, dan hypermarket.

“Memang supermarket, minimarket, hypermarket dilengkapi alat pendingin (AC). Tapi pasar tradisional tidak perlu, tidak usah pakai AC. Saya yakin asal rapi dan bersih, pembeli kalau datang disapa juga yang ramah, pakai senyum. Di mana pun konsumen itu harus menjadi raja,” kata Presiden.

Mendampingi Presiden Jokowi pada kesempatan itu, di antaranya, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Bupati Boyolali Seno Samodro.

post-top-smn

Baca berita terkait