Tuesday, 27 October 2020

Presiden Jokowi Minta Tenaga Kesehatan Harus Aktif, Jangan Cuma Menunggu di Puskesmas

post-top-smn
Presiden Jokowi di Rapat Kerja Kesehatan Nasional 2017

Presiden Jokowi di Rapat Kerja Kesehatan Nasional 2017

Jakarta, SMN – Presiden Joko Widodo memerintahkan para tenaga kesehatan untuk turun tangan secara masif menangani problem kesehatan masyarakat. Para dokter, bidan, hingga penyuluh kesehatan jangan hanya menunggu pasien di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).

“Tenaga kesehatan harus aktif mendatangi masyarakat. Jangan menunggu di Puskesmas, menunggu orang sakit mendatangi mereka,” perintah Jokowi di acara pembukaan Rapat Kerja Kesehatan Nasional 2017, Hotel Bidakara, Jl Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (28/2/2017).

Hadir dalam acara ini, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimoeljono, hingga Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat. Para kepala dinas seluruh Indonesia juga hadir.

“Gencarkan! Beritahukan mana yang benar dan mana yang tidak benar (tentang kesehatan),” perintah Jokowi.

Dia menilai masyarakat perlu diberi pengertian tentang hal-hal sederhana terkait kesehatan. Misalnya pola hidup sehat dan pola makan yang benar. Langkah ini kelihatannya sederhana, namun butuh ketekunan dan keseriusan agar berhasil mewujudkan masyarakat yang sehat. Kesehatan masyarakat adalah investasi negara.

“Jangan sampai (masyarakat) ada uang hanya dipakai untuk beli rokok. Tidak dipakai untuk gizi anaknya. Beri tahu masyarakat gunanya protein itu untuk apa,” kata Jokowi.

Jokowi mengimbau agar para tenaga kesehatan bekerja dengan niat tulus dari dalam sanubari. “Kalau kita bekerja menghasilkan sesuatu itu, dalam hati itu nggak kosong,” kata Jokowi sambil menunjuk ulu hatinya.

“Bukan sekadar pekerjaan rutinitas, linear, tiap hari datang asal absen,” kata Jokowi.

Acara ini juga menjadi tempat peluncuran program Wajib Kerja Dokter Spesialis (WKDS) dan pencanangan pembangunan 124 Puskesmas di perbatasan. Menkes Nila Moeloek menyatakan para dokter spesialis akan ditempatkan di daerah-daerah perbatasan negara.

Mewajiban mereka di rumah sakit perbatasan. Mereka ahli kebidanan, kandungan, spesialis anak, bedah, fisiologi, dan terapi intensif,” kata Nila.

Para ahli kesehatan itu akan ditugaskan di 63 rumah sakit yang ada di 61 kabupaten dan 25 provinsi di Indonesia.

post-top-smn

Baca berita terkait