Monday, 28 September 2020

Praktik Percaloan di SATPAS SIM Bangkalan Terkesan Masih Terjadi, Kasatlantas Tutup Mata

post-top-smn
Ilustrasi

Ilustrasi

Bangkalan, SMNPada saat kami konfirmasi ke Kasatlantas AKP Adi Nugroho dikantornya, meskipun baru menjabat sebulan Kasatlantas Bangkalan tetapi upaya yang didalakkan untuk memberantas dugaan praktek percaloan di Satpas SIM masih inggit-inggit setengah hati, sehingga praktek percaloan di Satpas Bangkalan, makin kian tumbuh subur, untuk biaya pengurusan SIM diSatpas maskin melambung tinggi, sangat mencekik leher pada masyarakat.

Upaya konfirmasi, birokrasi dan upaya untuk pelayanan pada publik, yang dilakukan oleh Kepolisian, sehingga praktek percaloan dikantor Satpas SIM Polres Bangkalan, rupanya masih ada terjadi dan malah terkesan tumbuh subur dan tetapi tidak ada upaya dari Kasatlantas Polres Bangkalan untuk menghentikan dan terkesan tutup mata.

Berdasarkan pantauan kami dilapangan, meskipun tidak terlihat satupun para calo yang berkeliaran mondar mandir keluar masuk ruangan, para calo khusus yang berbekal kartu sakti, para pejabat di Satpas Bangkalan pada umumnya dibuat tidak berdaya, sehingga praktek percaloan SIM masih tetap tumbuh subur, dikarenakan para calo sudah mempunyai hubungan khusus dengan para pejabat Satpas, maka praktek percaloan di Satpas, para calo tidak perlu keluar masuk ke ruangan sambil membawa berkas permohonan SIM, mereka cukup lewat via phone maupun sms pada pengajuan permohonan SIM, jadi tidak perlu mondar mandir keluar masuk ruangan sambil membawa berkas, ujar calo khusus yang tidak mau dipublikasikan namanya di koran, para calo tersebut selama masih ada perintah dari Kasatlantas, untuk selanjutnya tiap minggunya cukup lewat pak Priadi selaku Baur SIM, dan proses pembautan SIM langsung jadi dong, ungkap calo khusus, harga yang dipatok oleh calo khusus dalam pembuatan SIM di Satpas Bangkalan untuk SIM c dikenakan biaya Rp. 400.000, – sampai Rp. 500.000,- sedangkan untuk SIM A berkisar Rp. 600.000,- s/d Rp. 700.000,-, lainnya SIM AC Rp. 1.000.000,- s/d 1.200.000,- untuk pembuatan SIM Satpas Bangkalan, teori dan praktek terkesan hanya lewatan aja, dan dijamin lulus dan harus tidak kembali lagi.

Prosesnya akan memakan waktu sangat lama,,, ujar salah satu pemohon berinisial AS Arusbaya, selain itu menurut penuturan Ajis sebagai seorang karyawan swasta nama samaran, menceritakan kala mengurus SIM A dan SIM C di Satpas SIM Bangkalan pada saat itu, dia tidak punya niatan untuk menggunakan jasa gelap dan memilih jalu resmi, dengan mengikuti seluruh proses. Namun nyatanya hingga sampai lima kali test, ia selalu gagal dengan alasan skornya tidak memenuhi persyaratan sampai empat-lima kali test nggak lulus juga, itu kami diminta ulang dengan jangka waktu satu minggu sekali, kata pria asli Tanah Merah itu. Karena tidak kunjung lulus diapun akhirnya menyerah untuk memutuskan lewat jasa calo, dengan merogeh kocek lebih dalam, lewat jasa calo, saya bikin SIM akhirnya lulus juga meskipun harus merogoh uang sebesar Rp. 1.200.000,- itu katanya calo separuhnya untuk jatah orang dalam, ungkap Ajis. Lanjut Ajis selama test Cuma formalitas aja, soalnya para calo khusus bekerjasama dengan orang dalam, pemohon hanya perlu mengikuti seluruh rangkaian proses pengurusan SIM. Semua test itu hanya sekedar pemberkasan.

Bahkan ketika test teori maupun praktek, seluruh pemohon yang menggunakan jasa calo hanya memperoleh pengarahan semata-mata, sedangkan menurut Kasih Baur Satpas SIM Bangkalan Aiptu Pariadi ketika ditemui tidak pernah mengatakan apa-apa itu kewenangan Kasatlantas, kita disini sebagai anak buah dan tidak mempunyai kewenangan masalah tersebut, itu semua atas perintah Kasatlantas ujar Aiput. Pariadi selaku Baur SIM Bangkalan.

Sementara itu ketika Kasatlantas Bangkalan AKP. Adi Nugroho kami konfirmasi, terkait praktek percaloan di Satpas, dengan enggan mengatakan tidak tau dan tidak bisa mas, pengajuan di Satpas harus lewat teori maupun praktek itu aja dulu mas, ungkapnya. (syam)

post-top-smn

Baca berita terkait