Wednesday, 21 October 2020

PORNOGRAFI, PERBUATAN CABUL DAN PERSETUBUHAN, ANCAMAN MINIMAL 15 TAHUN

post-top-smn

Kasat Reskrim AKP Hasran SH. MHum.

Lumajang, SMN –  Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Hasran SH MHum yang mewakili Waka Polres Lumajang, didampingi Paur Subbag Humas Polres Lumajang, melakukan release di Mapolres Lumajang, pada Senin, (20/8). Release terkait fotografer cabul, yang mengaku sedang mencari talent, ternyata hanyalah kedok, dan pada akhirnya 3 orang fotografer “cabul” dijebloskan ke jeruji besi Mapolres Lumajang.

Menurut Kasat Reskrim,  pengakuan dari salah satu fotografer  yang bernama Masrur Ikhwan Putrajaya (25) alias Mastenk, warga jalan Kolonel Seruji Barat RT/RW : 04/03, Kelurahan Ditotrunan, Kecamatan Lumajang, Jawa Timur, ada sekitar 40 model talent yang telah menjadi korbannya.Namun penuturan Mastenk, dirinya mengaku tidak pernah melakukan pemerkosaan seperti yang dituduhkan terhadap dirinya.

“Fotografer itu pekerjaan bagus namun  disalah gunakan oleh mereka bertiga. Jadi cuma sebagai kedok saja. Semua talent diambil gambarnya dengan pose telanjang,” katanya Kasat Reskrim kepada sejumlah media.Yang menjadikan ketiga oknum ini berurusan dengan pihak berwajib karena obyek pemotretannya adalah anak dibawah umur, yaitu anak SMP dan SMA.

“Mereka mengakui kalau kegiatan ilegal ini sudah dilakukan selama 2 tahun, dengan mengatakan kalau mereka adalah agen pencari bakat,” tambahnya. Dugaan sementara,  ketiga pelaku fotografer cabul ini untuk melakukan pemerasan terhadap para talentnya, dengan cara mau menyebar luaskan foto mereka.

ketiga fotografer gadungan.

“Kami sudah meminta keterangan dari 4 korban yang sudah dimintai keterangan, dan mereka mengaku, setelah difoto, mereka dicabuli dengan cara meremas bahkan meniduri,” bebernya. Mereka bisa diancam dengan hukuman minimal 15 tahun penjara, karena terlibat Undang-Undang pornografi dan Undang-Undang pelindungan anak. “Dari keterangan ketiga pelaku, Tempat Kejadian Perkara (TKP) sudah ada 7 lokasi pemotretan, seperti di kuburan cina dan PG Jatiroto,” pungkasnya.

Sementara Mastenk mengatakan kepada sejumlah media, jika dirinya mengajak salah satu talent inisial M, tapi tidak untuk Making Love (ML), tetapi  temannya yang melakukan. “Saya hanya memfoto telanjang, kemudian saya hanya pegang-pegang, terus saya hisap  alat vital M tersebut. Saya tidak melakukan tindak perkosaan atau lainnya,” jawabnya. Dalam pengembangan lebih lanjut, polres akan terus menyelidiki, karena, bisa jadi, ada indikasi trafiking.(Atk).

post-top-smn

Baca berita terkait