Friday, 30 October 2020

Polres Dideklarasikan Zero MILO

post-top-smn
Deklarasi Zero Narkobaya dan pemusnahan minuman keras jenis Milo (Minuman Lokal Oplosan) digelar di halaman parkir Mapolres Lumajang, kemarin pagi sekitar pukul 09.00 WIB.

Deklarasi Zero Narkobaya dan pemusnahan minuman keras jenis Milo (Minuman Lokal Oplosan) digelar di halaman parkir Mapolres Lumajang, kemarin pagi sekitar pukul 09.00 WIB.

Lumajang, SMN – Deklarasi Zero Narkobaya dan pemusnahan minuman keras jenis Milo (Minuman Lokal Oplosan) hasil razia tim Sat Reskoba Polres Lumajang kurun waktu 6 bulan digelar di halaman parkir Mapolres Lumajang, kemarin pagi sekitar pukul 09.00 WIB.

Acara dihadiri seluruh lembaga yang terlibat dalam deklarasi Zero Narkobaya itu. Diantaranya, Muspida Kabupaten Lumajang dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, Kajari, Ketua PN Lumajang, BNK, Granat, tokoh agama dan seluruh kapolsek dan para awak media di wilayah Kabupaten Lumajang.

Kapolres Lumajang, AKBP Raydian Kokrosono, SH , Sik kepada sejumlah media mengatakan, bahwa Lumajang ini sudah dalam katagori darurat narkoba termasuk nimuman keras jenis Milo.

“Maka dari itu sudah waktunya, sebagai pemerintah untuk ikut andil dalam hal memberantas keberadaan narkoba di lapangan,” katanya kemarin kepada wartawan.

Bagaimanapun juga, menurut Kapolres Lumajang, peran dari pemerintah termasuk masyarakat dan para orang tua sangat dibutuhkan dalam memberantas keberadaan narkoba di tengah-tengah masyarakat. Masa depan bangsa ada di tangan para anak-anak muda yang sekarang banyak terjerumus ke dunia hitam termasuk mengkonsumsi narkoba.

“Untuk itu,  sudah menjadi tugas kita untuk menyelamatkan masa depan mereka. Anak-anak yang terjerumus dengan menggunakan narkoba adalah anak-anak kita yang masih butuh pengawasan dan perhatian pemerintah termasuk para orang tua,” paparnya.

Maraknya penggunaan barang-barang terlarang termasuk minuman keras ilegal atau Milo itu, karena muda didapat dan harganya terjangkau. Untuk itu, keberadaan dan peredaran bahan-bahan untuk mengoplos minuman ilegal itu perlu adanya pengawasan ekstra.

Dalam kesempatan tersebut, kapolres juga memutar film dokumentasai  Polres Lumajang tentang penyalahgunaan obat-obat terlarang termasuk mengkonsumsi Milo dikalangan anak-anak muda dan dampak dari minuman keras oplosan itu.

“Kami sendiri sangat miris ketika melihat tayangan tadi. Untuk itu, mulai sekarang  mari basmi segala peredaran minuman keras di lapangan termasuk para penjualnya,” tegasnya. (atk/motim)

post-top-smn

Baca berita terkait