Sunday, 27 September 2020

Polisi Masih Telusuri Identitas Pelaku Ancaman Bom di Kantor Ahok

post-top-smn
Tim Gegana yang disiagakan di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (20/7/2016). Disiagakannya tim Gegana di lokasi yang menjadi kantor Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama itu menyusul adanya ancaman bom yang pertama kali diterima petugas pengamanan dalam (Pamdal) antara pukul 08.30-09.00.

Tim Gegana yang disiagakan di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (20/7/2016). Disiagakannya tim Gegana di lokasi yang menjadi kantor Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama itu menyusul adanya ancaman bom yang pertama kali diterima petugas pengamanan dalam (Pamdal) antara pukul 08.30-09.00.

Jakarta, SMN – Polda Metro Jaya masih menelusuri identitas penelepon yang mengatakan adanya bom di Balai Kota DKI Jakarta. Ancaman tersebut pertama kali diterima oleh petugas Pengamanan Dalam (Pamdal) Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (20/7/2016), sekitar pukul 09.15 WIB.

“Belum diketahui siapa yang menelepon itu,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Awi Setiyono saat dihubungi, Rabu.

Awi pun belum mengetahui jenis kelamin pemberi ancaman bom dan nada ancaman yang disampaikannya.

“Belum diketahui. Saat ini masih proses identifikasi. Kami masih memastikan itu hanya ancaman saja atau bagaimana,” ucapnya.

Sebanyak delapan personel tim gegana dari Polda Metro Jaya menyisir ruangan-ruangan di Balai Kota DKI Jakarta. Penyisiran dilakukan menyusul adanya ancaman bom yang menyasar Balai Kota, Jakarta.

Tim gegana menyisir tiap ruangan yang ada di Balai Kota. Mulai dari ruang rapat pimpinan, ruang TPUT, Balairung, Balai Agung, gedung DPRD DKI Jakarta, dan ruangan lainnya.

Personel Gegana itu membawa senjata laras panjang, pendeteksi metal, serta senter. Hingga pukul 10.30, tim gegana masih menyisir Balai Kota.

 

 

Sumber: Kompas.com

post-top-smn

Baca berita terkait