Thursday, 1 October 2020

Polda Jatim Sita Barang Bukti Penipuan Kanjeng Dimas Taat Pribadi dari Makasar

post-top-smn
Barang Bukti Penipuan Kanjeng Dimas Taat Pribadi dari Makasar

Barang Bukti Penipuan Kanjeng Dimas Taat Pribadi dari Makasar

Surabaya, SMN – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur berhasil menyita dan menggelar barang bukti kanjeng Dimas Taat Pribadi yang berasal dari Makasar.
Barang bukti yang digelar itu sekitar 55 macam berbagai jenis diantaranya perhiasan dan batangan emas dan uang dolar palsu di Mapolda Jatim, Jumat (7/10).

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol R.P Argo Juwono ditemui saat pres reles di halaman Direskrimum Polda Jatim mengatakan, barang bukti yang digelar ini merupakan pelapor dari Makasar yang datang ke Polda Jatim beberapa waktu lalu yang bernama keluarga Najmiah (alm), dimana selama sebagai pengikut Dimas Kanjeng menderita kerugian sebesar Rp 200 miliar.

“Barang bukti yang disita oleh tim penyidik Ditreskrimum Polda Jatim dari Makasar ini merupakan barang bukti atas satu nama yaitu korban penipuan dari Padepokan Kanjeng Dimas Taat Pribadi, dan selanjutnya polisi akan melakukan penyelidikan lebih lanjut,”ujarnya.

Berikut barang bukti yang digelar berupa Keris Majapahit, Patung Nyi Roro Kidul, keris sunan, Keris wali-wali, Patung presisen soekarno, 4 biji pisau, Tali cambuk raja, Tongnya nyi roro kidul, Ular naga gunung lawu, Serbuk, Keris raja brunai, 2 buah uang pusaka dari raja majapahit, Batu dari gunung kawi, Minyak untuk mendapatkan berkah, Kitab aliran kecil, Profil naga, Keris imam, 3 kuningan berwarna keemasan, Keris sunan mondom, 2 palu kuningan, 4 butir kuningan dan Bubuk.

Selain itu, parfum, patung kecil, pisau melati, gelang, 2 patung kecil, Peti besi kecil, 2 buah keris patung, peti berisi keris, 5 Pusaka, Sabuk mantra, 2 buah al-quran, 5 gelang, 2 kalung, Selendang emas (kekuningan), 3 buah batu. Lempengan di duga emas sebanyak 260 batang, Lembaran uang million bill (1.000.000.) 5 map (4 lembar), Lembaran uang one million euro (1.000.000) 7 lembar, lembaran uang beserta sertifikat ( 1.000.000.) 62 amplop, Album uang cina, uang monghin dong 100 (9 lembar), dan uang korea utara pecahan 5000 (42 lembar).

Uang Vietnam nam tram dong pecahan 500 (159) bundel, Uang korea selatan pecahan 1000 (3) bundel, uang Vietnam motnghindong pecahan 1000 (46 pak), Kertas menyerupai

uang / bendel (kertas HVS) 50 bundel, Nota menyerupai uang 2 bendel, uang Vietnam motnghindong pecahan 100, 46 bundel, uang Vietnam motnghindong pecahan 500, 87 bundel, uang Vietnam motnghindong pecahan 2000, 41 bundel, uang Vietnam pecahan 200, 1 pak, uang korea pecahan 500, 6 bundel, uang korea pecahan 1000, 3 bundel, 9 buah jubah warna hitam dan tas warna biru berisi ID CARD padepokan.

Terkait kelanjutan kasus tersebut ia mengatakan pihak penyidik saat ini akan melakukan tes psikologi atau tes kejiwaan kepada tersangka kanjeng Dimas Taat Pribadi. “Tes Psikologi ini sebenarnya dilaksankan kemarin, karena alasan sakit akhirnya penyidik melakukan tes psikologi sekarang dengan mendatangkan ahli psikologi, dan saat ini penyidik masih mendalami kasus pembunuhan dan penipuan saja,”paparnya.

Seperti diketahui, Taat Pribadi atau Dimas Kanjeng dan Padepokannya jadi bulan bulanan dalam pemberitaan, setelah tersangka Taat Pribadi ditangkap oleh petugas gabungan Polres Probolinggo dan Polda Jatim di Dusun Cengkelek, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, pada Kamis, (22/9).

Dia disangka mengotaki pembunuhan dua anak buahnya, Ismail Hidayat dan Abdul Gani. Selain itu, Dimas juga ditetapkan sebagai tersangka penipuan dan penggelapan. Diduga, korbannya puluhan ribu orang dengan total kerugian korban sekitar ratusan miliar rupiah bahkan bisa triliunan. (pca/kom_jtm)

post-top-smn

Baca berita terkait