Sunday, 25 October 2020

PLN Jatim Komitmen Tingkatkan Kompetensi Ketenagalistrikan Siswa SMK

post-top-smn

PLN Surabaya, SMN – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero Distribusi Jawa Timur berkomitmen meningkatkan kompetensi bidang Ketenagalistrikan, untuk siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Deputi Manager Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN Distribusi Jawa Timur, Pinto Raharjo, dikonfirmasi di kantornya Surabaya, Senin (3/4) mengatakan, bentuk komitmen tersebut diwujudkan dengan kerjasama pendidikan dengan SMK di bawah dinas pendidikan provinsi, di Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Timur.

“Masing-masing nota kesepahaman beberapa waktu lalu sudah ditandatangani di Kantor PLN Distribusi Jawa Timur, guna mengantisipasi persoalan yang mungkin terjadi terkait kekurangan tenaga kerja yang kompeten di bidang ketenagalistrikan,” ungkapnya.

Dikatakan Pinto, telah menjadi perhatian penting saat ini, dimana sudah mulai muncul tenaga kerja asing yang siap membantu beberapa proyek di Indonesia. Untuk itu PT PLN  dalam program Corporate Social Resposibillity (CSR) mengadakan kerjasama pendidikan dengan SMK terpilih.

Selain itu, penandatangan ini dilakukan dalam rangka mendukung program penyediaan listrik 35.000 MW yang memerlukan dukungan tenaga kerja yang andal, dan sejalan dengan Instruksi Presiden No. 9 Tahun 2016 tanggal 9 September 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Selain itu ini merupakan tindak lanjut dari kerjasama Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM dan Ditjen Dikdasmen Kemendikbud, untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja ketenagalistrikan.

Tujuannya, untuk melaksanakan pengembangan kompetensi peserta didik SMK sebagai calon tenaga kerja bidang ketenagalistrikan. Juga untuk menyempurnakan kurikulum dan proses pembelajaran bermutu di SMK serta melaksanakan program dan kegiatan praktik kerja lapangan dan sertifikasi bagi pendidik (guru SMK), peserta didik SMK.

Program kerja yang dilakukan meliputi upgrading Guru SMK, program Siswa Kelas XII, dan Program Siswa 3 tahun (Kelas X, XI, XII) plus 1 tahun. SMK yang terpilih sebagai Pilot Project dalam Program ini adalah SMKN 26 Jakarta, SMKN 5 Jakarta, SMKN 2 Bogor dan SMK PGRI 3 Malang.

Secara keseluruhan melibatkan 110 Siswa dan 30 orang guru yang akan dilakukan ugrading kompetensi. Melalui Program ini diharapkan Siswa SMK dapat menjadi tenaga kerja yang siap terjun kelapangan khususnya tenaga pelayanan teknik (Yantek) danTenaga Inspeksi Pemanfaatan Tenaga Listrik (IPTL).(hjr/kom)

post-top-smn

Baca berita terkait